Jember Hari Ini – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember meminta para peternak agar lebih peduli dengan kondisi kesehatan hewan peliharaannya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember, Elok Kristanti, menyebut, sejumlah peternak di Jember enggan mendapatkan bantuan vaksin pencegahan Lumpy Skin Disease (LSD). Padahal, virus LSD sebelumnya tercatat sudah masuk ke Jember sejak awal bulan lalu.
Elok menyebut, Pemkab Jember masih memiliki stok 600 vaksin LSD yang telah dibagikan ke 8 puskeswan di Jember yang bisa diperoleh secara gratis. Untuk itu, para peternak, khususnya yang memelihara sapi agar mengamati kesehatan hewannya.
Hewan yang menunjukkan tanda-tanda terkena LSD antara lain panas tinggi, tidak mau makan dan ada benjolan pada kulit. Sebagai langkah antisipasi keluar masuknya hewan antar kabupaten dan provinsi, pihaknya telah menerapkan sejumlah persyaratan, salah satunya harus melampirkan status vaksin LSD dan PMK.
Elok menambahkan, Jember tergolong daerah dengan penghasil sapi pedaging. Per tahun ini, terdapat sejumlah daerah yang meminta pasokan sapi dari Jember, seperti Jawa Barat, Jakarta, dan Kalimantan.
Kendati demikian, 600 vaksin LSD yang tersedia saat ini terbilang sedikit, untuk populasi ternak sapi di Jember yang mencapai 270 ribuan ekor. (Ulil)
