Ratusan Kader PKB Jember Tuntut Caleg DPR RI Terpilih, Achmad Gufron Sirodj, Dipecat

Jember Hari Ini – Ratusan kader Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember menuntut pemecatan calon legislatif terpilih DPR RI, Achmad Gufron Sirodj atau Gus Gopong karena dinilai membangkang.

Mereka menggelar unjuk rasa di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Jember di Jalan Danau Toba, Jumat malam (22/03/2024).

Menurut korlap aksi, Maswar, ada indikasi Gus Gopong tidak konsisten. Ibarat PKB sebuah kendaraan, dia mau menumpang mobilnya namun tidak mau dengan sopirnya, dalam hal ini Ketua Umum PKB. Karena itu, mereka mendesak agar DPW dan DPP PKB harus menindak tegas yang bersangkutan.

Dia menjelaskan, ada 3 tindakan Gus Gopong yang dinilai melanggar. Pertama, Ghufron dinilai tidak pernah mengkampanyekan pasangan AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dan tidak pernah terlibat dalam konsolidasi pemenangan Pilpres, baik langsung maupun tidak langsung.

Kedua, yang bersangkutan tidak pernah memasang atribut pemenangan AMIN di seluruh Alat Peraga Kampanye, baik yang berupa banner, billboard, stiker, flyer, dan materi media sosial lainnya. Ketiga, dia dituding tandem dengan Caleg di luar partai PKB.

Atas sejumlah pelanggaran tersebut, Maswar dan kawan-kawan menuntut DPP PKB menindak tegas Ghufron. Bila terbukti, ia meminta yang bersangkutan dipecat dari keanggotaan PKB.

Pantauan Prosalina FM, usai berorasi, korlap aksi langsung menemui Ketua DPC PKB Jember,  Ayub Junaidi.

Maswar kemudian menyerahkan sebuah amplop warna coklat yang tersegel, berisi surat untuk disampaikan kepada DPP dan DPW PKB Jawa Timur sebagai aspirasi.

Sementara saat dikonfirmasi, Ayub Junaidi menegaskan tidak mengetahui isi surat tersebut. Sebab, surat tersebut tertutup dengan kondisi tersegel. Ia  berjanji akan meneruskannya kepada DPW dan DPP sebagaimana dikehendaki. Ia mengaku tidak berani membuka surat yang ditujukan ke DPW dan DPP PKB.

Sementara pihak Ahmad Ghufron Siroj ataupun tim sukses yang berada di Jember belum berhasil dikonfirmasi. (Hafit)

Comments are closed.