Hadapi Sebaran Virus PMK, Gubernur Jatim Prioritaskan Vaksinasi dan Pengawasan

Jember Hari Ini – PJ Gubernur Jatim, Adhi Karyono, memutuskan untuk fokus pada penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui pengobatan dan vaksinasi, serta memperketat pengawasan keluar masuk ternak di Jawa Timur.

Adhi menjelaskan, delapan kabupaten-kota di Jawa Timur telah terdampak PMK dengan peningkatan signifikan kasus harian dari 25 menjadi 150 kasus per hari. Di Jember sendiri, jumlah kasus PMK melonjak dari 100 menjadi 500 dalam periode Desember 2024. 

Hal ini dia sampaikan ketika berkunjung ke Jember pada Kamis (09/01/2025). Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Provinsi melakukan isolasi terhadap ternak yang terpapar, pengobatan, dan vaksinasi. Selain itu, jalur masuk ternak diperketat dengan pemeriksaan hewan ternak yang sehat divaksinasi, sementara yang sakit segera diobati. Hingga saat ini, sebanyak 25 ribu hewan ternak telah divaksin. 

Informasi yang dihimpun Prosalina FM, mulai Sabtu (11/01/2025) Kementerian Pertanian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) nasional sebagai langkah strategis mengendalikan penyebaran wabah PMK yang menyerang hewan ternak di Indonesia.

Pembentukan Satgas ini disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, saat konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (11/01/2025).  

Satgas tersebut melibatkan sejumlah asosiasi peternak dan asosiasi profesi seperti Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).  (Hafit)

Comments are closed.