22 Guru Gagal Jadi PPPK 2024 Merasa Pengorbanan Sia-Sia

Jember Hari Ini – Pembatalan kelulusan 22 guru sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menyisakan rasa sedih mendalam.

Para guru merasa perjuangan mereka sia-sia, bahkan beberapa diantaranya mengalami guncangan berat. Para guru ini harus meninggalkan momen-momen berharga, keluarga, hingga siswa mereka demi mempersiapkan diri untuk ujian tersebut.

Salah satu guru yang mengungkapkan kesedihannya adalah Cornelia Martha, seorang guru di Kecamatan Sukorambi.

Cornelia bercerita bahwa ia merasa terpukul setelah kelulusannya sebagai PPPK tiba-tiba dibatalkan, padahal sebelumnya ia sudah dinyatakan lolos.

Demi mengikuti ujian, Cornelia bahkan harus meninggalkan bayinya, siswa-siswinya, dan melewatkan kesempatan mengantar suaminya yang bertugas ke Lebanon sebagai anggota TNI.

Cornelia mengikuti ujian PPPK yang berlangsung di Balai Serbaguna Jember pada Desember lalu. Saat pengumuman kelulusan, ia dan keluarganya sempat merasakan kebahagiaan luar biasa. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi kekecewaan mendalam ketika kelulusannya dianulir.

Cornelia juga mengaku merasa dirugikan secara materi, waktu, hingga mental. Ia juga merasa dipermainkan oleh Pemkab Jember setelah lama mengabdi sebagai guru. Menurutnya, pembatalan ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga menanggung malu di depan keluarga dan lingkungan.

Bersama 21 guru lainnya, Cornelia telah dinyatakan lolos pada 7 Januari lalu, dan bahkan menyelesaikan proses pemberkasan pada 15 Januari. Namun, tiba-tiba mereka diberitahu bahwa formasi tidak tersedia.

Kini para guru hanya meminta keadilan atas usaha keras, mengorbankan waktu, keluarga, dan siswa di sekolah yang menurutnya bukan hal yang mudah. Para guru butuh kejelasan dan tanggung jawab atas persoalan ini. (Hafit)

Comments are closed.