
Jember Hari Ini – Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso menyebut, jumlah dokter yang melawani sejumlah puskesmas di wilayahnya masih terbilang sangat kurang.
Hingga September 2024, jumlah dokter yang berstatus PNS hanya sekitar 35 orang. Akibatnya, banyak dokter yang juga merangkap profesi lain hingga tidak adanya dokter umum di salah satu puskesmas terpencil.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Agus Winarno, mengatakan, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa banyak dokter umum maupun dokter gigi yang juga harus merangkap sebagai kepala puskesmas.
Hal ini tentu berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan. Untuk itu, dia berharap lembaga perguruan tinggi yang memiliki sdm di bidang kedokteran bisa bersinergi untuk membantu dalam hal pemenuhan tenaga medis serta memberikan pendampingan bagi tenaga kesehatan di Bondowoso.
Lebih lanjut Agus mengatakan, di puskesmas terpencil seperti di kawasan Sempol, bahkan kini masih tidak ada dokter umumnya. Padahal, rasio ideal yang ditentukan oleh World Health Organisation (WHO) atau organisasi kesehatan dunia, satu dokter paling banyak melayani seribu penduduk saja. (Ulil)
