
Jember Hari Ini – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menemui sejumlah petani dari Asosiasi Petani Pangan Indonesia pada Rabu (19/02/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Arief menegaskan meski menghadapi momentum ramadan, harga Gabah Kering Panen di tingkat petani tetap harus sesuai HPP, yakni Rp6.500 per Kg.
Arief menyebut, HPP gabah di Indonesia mulai tahun 2015 masih seharga Rp3.700 per Kg. Kemudian dinaikkan menjai Rp4.200. Baru di tahun 2023 ada harga gabah sedikit merangkak naik menjai Rp5.000 per Kg.
Setahun tepatnya 2024, harga gabah kembali naik menjadi Rp6.000, dan kini menjadi Rp6.500 sejak 15 Januari 2025. Lebih lanjut, pihaknya meminta para petani melapor jika masih ada praktik penjualan gabah di bawah HPP.
Dia memastikan, berdasarkan hasil rapat bersama lintas Kementerian dan Bulog, semua harga kebutuhan pokok harus turun untuk menghadapi momentum ramadan. Kendati demikian, harga gabah petani harus sesuai HPP, tidak boleh turun.
Dia juga meminta agar petani tidak memanen padinya ketika belum memasuki usia panen, serta potensi kecurangan lainnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia (APPI), Jumantoro, mengatakan, realisasi harga gabah kering panen di tingkat petani kawasan Jember per Kamis 20 Februari sudah mulai membaik di kisaran Rp6.000 hingga Rp6.500 per Kg. (Ulil)
