
Jember Hari Ini – Dalam beberapa hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berpotensi masih akan mengguyur kawasan Jember. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak agar tidak bermain atau mandi di sungai.
BPBD Jember mencatat, dalam sepekan terakhir, sudah ada tujuh korban yang terseret banjir di dua lokasi berbeda, yaitu di Desa Arjasa dan Desa Pakusari.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Kumitir, Desa Arjasa. Tiga anak di wilayah tersebut terseret arus selokan yang menuju ke Sungai Bedadung. Dua berhasil selamat, namun Elisatul Hasanah ditemukan meninggal dunia tiga hari setelah kejadian.
Kemudian, dua hari setelahnya, empat santri dari Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum di Pakusari juga terseret arus sungai yang melintasi pesantren mereka. Beruntung, seluruh santri selamat meskipun salah satu dari mereka sempat terjepit di gorong-gorong besi.
Untuk itu, kepala BPBD Jember, Widodo Julianto, meminta para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka dan melarang mereka bermain di sungai guna menghindari risiko banjir atau arus deras yang datang tiba-tiba.
BPBD Jember kembali menegaskan bahwa bermain di sungai saat hujan sangat berbahaya karena banjir bisa datang tiba-tiba. Untuk itu, perlu meningkatkan kewaspadaan bersama demi keselamatan semua. (Hafit)
