
Jember Hari Ini – Mulai Rabu pagi (04/06/2025), ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Jember mulai diberangkatkan menuju Arafah untuk menjalankan prosesi wukuf, yang merupakan salah satu rukun haji.
Jemaah dalam kondisi sehat diberangkatkan secara bertahap menggunakan bus, sementara jemaah yang mengalami gangguan kesehatan diangkut menggunakan ambulans dalam skema safari wukuf.
Dalam rangkaian ibadah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA), ratusan jemaah dari Jember juga didaftarkan mengikuti skema murur. Skema ini diperuntukkan bagi jemaah lansia atau risiko tinggi yang tidak memungkinkan menjalankan rangkaian ibadah dengan cara biasa.
Murur sendiri, dalam konteks ibadah haji, berarti melintasi atau melewati Muzdalifah dengan bus tanpa turun, lalu langsung menuju Mina untuk bermalam (Mabit) dan melaksanakan lempar jumrah.
Menurut Syamsul Rizal, salah seorang jemaah dari KBIHU Al-Qodiri, jemaah reguler yang tergabung dalam Kloter 34 mulai diberangkatkan dari maktab pukul 09.00 waktu Arab Saudi menggunakan sembilan unit bus secara bertahap.
Sementara itu, jemaah yang dalam kondisi sakit sudah lebih dulu dijemput oleh tim kesehatan pada Selasa sore (03/06/2025) pukul 17.00 waktu Arab Saudi, untuk mengikuti safari wukuf. Tercatat, terdapat dua jemaah dari Jember yang ikut dalam skema tersebut.
Selain itu, sebanyak 138 jemaah lansia dan risiko tinggi (Risti) dari Kabupaten Jember juga telah didaftarkan dalam skema murur untuk mempermudah pelaksanaan ibadah mereka.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Kloter SUB 50, Fathur Rasyid, yang memimpin kafilah gabungan dari beberapa kloter. Ia menyebut seluruh jemaah asal Jember berada dalam kondisi sehat dan diberangkatkan secara normal.
Namun demikian, sebanyak 113 jemaah dari luar Jember yang tergabung dalam kafilahnya juga didaftarkan untuk mengikuti skema murur, karena pertimbangan usia lanjut dan kondisi fisik. (Hafit)
