
Jember Hari Ini – Warga Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Sanimin, salah satu korban pembacokan oleh Imam Nurhakiki, hingga kini masih terbaring di RSD dr. Soebandi, Senin (16/06/2025). Meskipun kondisinya mulai menunjukkan perkembangan, kini ia harus memikirkan biaya pengobatan yang tidak sedikit.
Istri Sanimin, Sholihah, mengatakan, Sanimin saat ini sudah mulai bisa bergerak secara terbatas setelah 6 hari menjalani perawatan. Selain merasakan sakit di bagian tubuh yang terkena senjata tajam, Sanimin juga mengeluhkan pusing.
Kendati menunjukkan kemajuan, korban kini terbebani biaya pengobatan yang telah melebihi Rp10 juta. Saat ini, putra Sanimin yang bekerja serabutan sedang berusaha mencari pinjaman uang, karena biaya pengobatan tidak dapat dicover oleh BPJS Kesehatan. Hal ini disebabkan status Sanimin sebagai korban tindak pidana.
Oleh karena itu, Sholihah berharap pihak rumah sakit atau pemerintah dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan tersebut, mengingat korban berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu.
Diberitakan sebelumnya, Sanimin mengalami luka bacok di bagian leher dan kepala, tepatnya di dekat telinga.
Ia menjadi korban saat berupaya melerai penganiayaan yang dilakukan Imam Nurhakiki terhadap istrinya, Farida, pada 11 Juni 2025 lalu. Diketahui, Imam Nurhakiki melakukan penganiayaan terhadap empat orang, termasuk ayah dan istrinya sendiri.
Dari empat orang yang dianiaya, dua diantaranya meninggal dunia, yakni Imam Syafi’i dan Armanu. Imam Nurhakiki sendiri akhirnya juga meninggal dunia setelah dilumpuhkan oleh polisi. (Rusdi)
