Cegah Benturan, Polres Jember Minta Anggota Perguruan Silat Batasi Penggunaan Atribut di Ruang Publik

Ilustrasi bentrokan.

Jember Hari Ini – Kepolisian Resor (Polres) Jember mengimbau seluruh anggota perguruan silat untuk membatasi penggunaan atribut organisasi guna menghindari potensi bentrokan antarpesilat di ruang publik. Atribut perguruan diharapkan hanya dikenakan saat mengikuti kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh organisasi masing-masing.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Jember, Komisaris Polisi (Kompol) Istono, pada Kamis (19/06/2025), menegaskan, tidak ada satu pun perguruan silat yang mengajarkan sikap arogansi kepada anggotanya. Oleh karena itu, apabila terjadi bentrok antaranggota perguruan, hal tersebut dinilai murni karena ulah oknum dan bukan keputusan resmi dari perguruan.

Sejauh ini, Polres Jember telah melakukan berbagai upaya pencegahan konflik dengan melibatkan pengurus dari seluruh perguruan silat yang ada di wilayah Jember. Salah satu langkah yang terus didorong adalah pembatasan penggunaan atribut perguruan di ruang publik, termasuk saat kegiatan nonformal seperti berkumpul pada akhir pekan.

Penggunaan atribut di luar kegiatan resmi dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan memicu konflik antaranggota perguruan. Hal ini dapat menyeret nama perguruan meskipun persoalan yang terjadi bersifat pribadi. Oleh karena itu, aparat kepolisian berharap seluruh anggota perguruan silat dapat menjaga ketertiban dan mengutamakan sikap saling menghormati di masyarakat. (Rusdi)

Comments are closed.