Hujan Deras Ditengah Musim Kemarau, Tembakau di Jember Layu, Petani Rugi

Tembakau di Jember Layu.

Jember Hari Ini – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember melaporkan, hujan lebat yang terjadi di Jember pada awal pekan ini mengakibatkan sejumlah tanaman tembakau yang belum tuntas dipanen, mengalami layu dan mati.

Ketua APTI Jember, Suwarno, kepada Prosalina Sabtu (23/08/2025) mengatakan, untuk tembakau jenis Na-Oogst di wilayah Jember Selatan banyak yang mengalami layu dan mati, padahal belum tuntas dipanen. Sebagian petani juga masih proses pengeringan tembakau di gudang.

Sementara untuk tembakau jenis Kasturi, terutama di Jember bagian utara, juga mengalami hal serupa. Petani yang sudah panen dan proses jemur juga tidak tertolong.

Dia mengatakan, pada awal tanam di bulan Mei hingga Juni, curah hujan juga tinggi sehingga banyak bibit yang layu dan mati. Kini petani tembakau kembali menghadapi tantangan hujan ditengah puncak kemarau. Padahal, saat ini masa panen masih berlangsung.

Dia berharap, pemerintah bisa lebih peduli terhadap petani tembakau agar harga jual di tingkat petani bisa lebih menguntungkan. Sebab, saat ini harga daun tembakau kualitas super hanya Rp90 ribu per kg, atau rata-rata dari daun atas hingga bawah Rp40 ribu per kg. Dia berharap, minimal harga daun tembakau minimal rata-rata bisa Rp60 ribu per kg. (Ulil)

Comments are closed.