
Jember Hari Ini – Jumlah anak yang tidak bersekolah di Kabupaten Jember masih tergolong tinggi, mencapai puluhan ribu orang. Kondisi ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah daerah untuk terus menekan angka anak putus sekolah. Hingga Agustus 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember melaporkan jumlah anak tidak sekolah masih mencapai 22 ribu.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Jember, Tulus Wijayanto, Kamis (28/08/2025) mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2024, terdapat sekitar 42 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jember. Padahal, jumlah Penduduk Jember mencapai sekitar 2,6 juta jiwa.
Adapun jumlah anak yang sedang menempuh pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, tercatat sebanyak 327 ribu anak. Data tersebut belum mencakup siswa di bawah naungan Kementerian Agama serta siswa SMA dan SMK.
Untuk menekan angka ATS ini, Dinas Pendidikan Jember terus melakukan berbagai upaya dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk elemen masyarakat dan Mahasiswa KKN kolaboratif. Mereka turut membantu dalam proses konfirmasi dan verifikasi data ATS tersebut.
Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah ATS yang valid saat ini tersisa sekitar 22 ribu anak. Penurunan angka ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain adanya data ganda, di mana anak yang sebenarnya masih bersekolah tercatat sebagai tidak sekolah.
Tulus menambahkan bahwa terdapat tiga tantangan utama dalam upaya menekan angka anak tidak sekolah, yaitu permasalahan biaya, akses terhadap Pendidikan, serta keterbatasan sarana dan Prasarana Pendidikan. (Hafit)
