Akademisi UNEJ Soroti 55 Persen Lahan Pertanian di Indonesia Belum Tersedia Irigasi

Prof. M. Rondhi, S.P., M.P., Ph.D.

Jember Hari Ini – Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Prof. M. Rondhi, menyoroti banyaknya sektor pertanian di Indonesia yang belum didukung dengan irigasi atau pengairan yang memadai. Kondisi ini mengakibatkan produktivitas lahan akan susah mencapai target 3 kali tanam dalam satu tahun, sebab hanya mengandalkan tadah hujan. Untuk itu, dia menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.

Dia menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 82 juta hektar lahan potensial untuk pertanian dengan 45 persen sudah teririgasi dan 55 persen masih belum.

Dia lantas menekankan, definisi pangan kini meluas, tidak hanya padi, tetapi juga jagung, peternakan, dan perikanan. Rendahnya Indeks Pertanaman (IP) di banyak wilayah yang hanya 1-2 kali setahun, menunjukkan pemerintah perlu meningkatkan jaringan irigasi.

Dia juga mengajak generasi muda untuk terlibat di berbagai sektor pertanian yang terbuka luas, seperti perkebunan dan peternakan yang memiliki potensi besar.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait menjanjikan pembangunan infrastruktur dan mekanisasi pertanian mulai pada 2026. Infrastruktur difokuskan pada pembangunan jaringan irigasi yang bisa mengairi lahan pertanian 1.617 hektar. Selain itu, membangun jaringan irigasi air tanah yang akan berdampak pada 78 hektar. (Ulil)

Comments are closed.