Jalur Nasional Gunung Gumitir Dibuka Lebih Cepat, Antrean Kendaraan jadi Pertimbangan Utama

Antrean Kendaraan jadi Pertimbangan Utama.

Jember Hari Ini – Jalur Jalan Nasional Gunung Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi akhirnya dibuka lebih cepat dari jadwal semula, pada Rabu malam, 3 September 2025 pukul 23.10 WIB. Keputusan ini diambil setelah antrean ratusan kendaraan roda empat mulai memadati kawasan Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, sejak tiga jam sebelum waktu pembukaan yang direncanakan.

Melihat antrean kendaraan yang terus bertambah, petugas gabungan dari Satlantas Polres Jember, Dinas Perhubungan Jember, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali memutuskan untuk membuka jalur tersebut lebih awal. Jalur yang semula dijadwalkan dibuka pada pukul 00.00 WIB, akhirnya mulai dibuka pukul 23.10 WIB, atau 50 menit lebih cepat.

Begitu dibuka, ratusan kendaraan roda dua dan empat langsung melintasi jalur tersebut dengan lancar.

Kasat Lantas Polres Jember, Akp Bernardus Bagas Simarmata mengatakan, pembukaan dipercepat karena hasil pengecekan terakhir menunjukkan jalur proyek sudah siap dilalui. Jika menunggu hingga pukul 00.00 WIB, diperkirakan antrean bisa semakin panjang dan berpotensi menimbulkan kemacetan parah.

Tak hanya dari arah Jember, pembukaan akses juga dilakukan dari arah Banyuwangi, demi mengurangi kepadatan di kedua sisi jalur.

Sementara itu, Kepala BBPJN Jatim-Bali, Satiya Wardhana, menjelaskan bahwa meski jalur sudah dibuka untuk umum, pengerjaan proyek masih terus berlangsung. Dia menyebut, progress pembangunan Jalan Nasional ini sudah mencapai 86 persen. Sisanya tinggal pekerjaan ringan yang ditargetkan rampung hingga akhir masa kontrak pada 31 Desember 2025.

Sebagai informasi, Jalur Nasional Gunung Gumitir ditutup total sejak 24 Juli 2024 dan semula direncanakan dibuka kembali pada 24 September 2024. Namun berkat percepatan pengerjaan dengan sistem kerja lembur dan penambahan alat berat, jalur tersebut akhirnya bisa dibuka lebih cepat 21 hari.

Selama masa penutupan, pengendara dialihkan melalui jalur alternatif. Untuk kendaraan roda dua diarahkan melewati jalur perkebunan, sementara kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur Pantura. (Hafit)

Comments are closed.