Ribuan Warga Peduli Lingkungan Akan Gelar Aksi Bersih Massal di Jember pada Puncak WCDI

Ilustrasi Aksi Bersih Massal.

Jember Hari ini – Beragam komunitas peduli lingkungan akan menggelar puncak World Cleanup Day Indonesia (WCDI) di Kabupaten Jember, pada 20-21 September 2025. Selama dua hari, para pegiat lingkungan akan menggelar aksi bersih-bersih massal di sejumlah titik.

Sekretaris WCDI Jember, Harry Bagoes Prasetyo, mengatakan, aksi bersih-bersih massal akan digelar di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Tanjung, area kampus Unej dan kampus swasta, terminal, stasiun, sungai-sungai utama seperti Kali Bedadung, kawasan wisata, hingga sekolah dan pesantren. Sementara titik kumpul kegiatan berlangsung di Alun-Alun Ambulu.

Dia mengatakan, kegiatan Puncak WCDI juga melibatkan lintas sektor, mulai dari unsur Pemkab Jember, komunitas lingkungan, tokoh agama, pesantren, pemuda karang taruna, TNI-Polri, relawan pramuka, mahasiswa, serta pelaku usaha lokal.

Hingga Rabu (10/09/2025), sebanyak 80 komunitas dengan kurang lebih 6.500 relawan menyatakan siap berpartisipasi. Pihaknya sendiri menargetkan 15.000 peserta bisa berpartisipasi pada kegiatan ini.

Tidak hanya aksi bersih Sampah, para pegiat lingkungan juga akan menggelar edukasi tentang pemilahan sampah, pembuatan eco-brick, pelatihan kompos rumah tangga, serta sosialisasi gaya hidup minim sampah melalui posko-posko edukatif di titik aksi.

Lebih lanjut, Harry mengatakan, aksi ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga menjadi refleksi bahwa perubahan lingkungan dimulai dari perubahan perilaku kita sendiri.

Dia menyebut, Jember adalah salah satu kabupaten dengan potensi pertanian dan pariwisata besar. Namun, tantangan sampah di pasar, sungai, dan wisata desa masih tinggi. Maka, Jember tidak bisa menunggu solusi dari luar, inisiatif warga Jember adalah kunci.

Dengan Semangat WCDI, masyarakat diajak untuk berpindah dari pola konsumsi ke pola tanggung jawab. Sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tugas petugas kebersihan atau DLH, tapi kewajiban kolektif.

Aksi ini juga mendorong tumbuhnya Bank Sampah Unit (BSU) di RT-RW, sekolah, dan pondok pesantren, serta menjadikan Zero Waste sebagai gaya hidup masyarakat Jember.

WCDI juga diproyeksikan sebagai momentum tahunan untuk memperkuat gerakan lokal menuju Jember bersih 2029, sejalan dengan tema nasional dan RPJMN. (Ulil)

Comments are closed.