
Jember Hari Ini – Kepala Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri, Rm Wiewid Widodo, menyambut baik Inovasi penggunaan Bonggol Jagung sebagai ganti serbuk kayu pembuatan media jamur.
Penggunaan bonggol jagung dinilai bisa memberikan efisiensi biaya budidaya jamur yang berujung pada peningkatan pendapatan para mantan pelaku penebangan pohon atau illegal logging. Inovasi tersebut dinilai bisa mendukung upaya alih profesi para pelaku illegal logging.
Upaya ini juga akan mengurangi penggunaan kayu yang relatif berpotensi mengakibatkan tekanan terhadap kawasan hutan TN Meru Betiri. Inovasi bonggol jagung sebagai media baglog budidaya jamur diharapkan diadopsi secara konsisten guna mendukung pertaubatan para mantan pelaku illegal logging.
Wiewid pada Selasa (16/09/2025) menjalin komunikasi dengan Fakultas Pertanian UNEJ untuk pengembangan inovasi tersebut.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, Taman Nasional Meru Betiri memiliki kawasan seluas lebih dari 52.626,04 Ha berdasarkan SK Menhut Nomor 3629 Tahun 2014. Hutan ini dihuni 602 spesies flora dan 514 spesies fauna. Kawasan yang membentang antara Jember dan Banyuwangi juga memiliki 5 spesies kunci diantaranya adalah penyu, elang Jawa, macan tutul, banteng Jawa dan bunga Rafflesia.
Ironisnya, tutupan hutan TNMB sebagai habitat flora fauna mengalami tekanan dengan laju bukaan lahan mencapai 0,936 Ha per tahun. Selain karena faktor alam juga perilaku perambahan dan illegal logging oleh masyarakat sekitar kawasan.
Untuk illegal logging, Kantor TNMB terus berupaya dengan berbagai pendekatan baik represif, preventif maupun preemtif. Salah satu upaya preemtif yang dilakukan adalah dengan pendekatan kepada para pelaku illegal logging untuk berhenti dan beralih profesi. (Ulil)
