Kisah Pertobatan Mantan Pelaku Illegal Logging dan Inovasi Bonggol Jagung di Meru Betiri

Mantan pelaku illegal logging dan inovasi bonggol jagung.

Jember Hari Ini – Dari Taman Nasional Meru Betiri, hadir kisah inspiratif dari seorang mantan pelaku illegal logging yang kini memilih jalan baru demi hutan yang lestari dan hidup yang lebih bermakna.

Anton, pria berusia 55 tahun, pernah terlibat dalam penebangan liar di kawasan konservasi tersebut. Namun, sejak tahun 2021, Anton memutuskan berhenti dan menyerahkan gergaji mesinnya ke Kantor Taman Nasional Meru Betiri sebagai Simbol pertobatan. Anton kini tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pelita Berkarya Mandiri di Desa Sanenrejo, Jember.

Kisah ini disampaikan oleh Ihsannudin, peneliti Konservasi dari Universitas Jember kepada Radio Prosalina, Selasa (16/09/2025).

Kini, Anton menjadi Petani jamur tiram. Ia tak lagi menggantungkan hidup dari kayu hutan, melainkan dari bonggol jagung, limbah pertanian yang kini justru menjadi inovasi baru dalam budidaya jamur.

Sebelumnya, media tanam jamur atau baglog dibuat dari serbuk gergaji kayu. Tapi bersama akademisi dari Fakultas Pertanian UNEJ, muncul inovasi pembuatan baglog dari bonggol jagung. Secara ilmiah, bonggol jagung terbukti dapat memicu pertumbuhan miselium jamur tiram dengan cepat dan maksimal. Anton mengakui, hasilnya tak kalah dibanding saat menggunakan serbuk kayu. Bahkan, lebih hemat biaya.

Menurut Ihsannudin, agar mantan pelaku illegal logging tak kembali ke aktivitas lama, dibutuhkan pendapatan minimal seratus hingga dua ratus ribu rupiah per hari. Sebab, hasil kajian menunjukkan, pelaku illegal logging bisa meraup hingga Rp30-40 juta per bulan.

Melihat tantangan ini, kelompok dosen UNEJ terus mendorong penggunaan limbah pertanian seperti bonggol jagung sebagai solusi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan. (Ulil)

Comments are closed.