Persiapan Hadapi Musim Penghujan, DAOP 9 Jember Petakan 7 Daerah Rawan

DAOP 9 Jember Petakan 7 Daerah Rawan.

Jember Hari Ini – Menyambut peralihan ke musim hujan di akhir September 2025, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (DAOP) 9 Jember mulai meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan jalur kereta api.

Manager Hukum dan Humas DAOP 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan, pihaknya telah memetakan sedikitnya 7 Daerah Rawan Khusus (Dapsus) di jalur operasional DAOP 9 yang perlu mendapat perhatian ekstra.

Daerah rawan khusus tersebut antara lain lintas Bangil-Pasuruan menjadi kawasan rawan banjir, Pasuruan-Ranuyoso rawan banjir, Ranuyoso-Grati rawan amblesan, Leces-Malasan rawan amblesan, Garahan–Mrawan rawan longsor.

Kemudian di jalur Mrawan–Kalibaru rawan pada Bangunan Hikmat (BH) seperti terowongan dan jembatan, serta lintas Banyuwangi-Ketapang yang rawan banjir.

Untuk mengantisipasi risiko di lokasi rawan tersebut, KAI melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan perawatan jalur secara periodik, bahkan akan dilakukan secara ekstra jika kondisi cuaca mengharuskan.

Selain itu, diterapkan juga pola Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra yang bersifat insidentil. Jika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam, maka petugas dari KUPT resor jalan rel akan langsung menjalankan PPJ ekstra di wilayah kerjanya.

Sebagai upaya peningkatan keselamatan, KAI juga melakukan penggantian bantalan kayu dengan bantalan sintetis di sejumlah jembatan baja. Jika bantalan kayu rata-rata hanya bertahan 4-5 Tahun, bantalan sintetis bisa berumur hingga 50 tahun, sehingga jauh lebih efisien dan ramah lingkungan. (Ulil)

Comments are closed.