
Jember Hari Ini – Menjelang pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jember menggelar forum serap aspirasi publik untuk menginventarisasi masukan dari berbagai elemen masyarakat. Acara tersebut berlangsung di Gedung DPRD Jember pada Kamis, (09/10/2025).
Dialog publik ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Jember, Ayub Junaidi, yang menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk menghimpun kritik dan masukan konstruktif terhadap Kinerja Fraksi PKB, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pembahasan APBD tahun depan.
Ia juga menyoroti kondisi fiskal daerah saat ini yang cukup menantang, terutama akibat adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat ke Jember yang mencapai sekitar Rp270 miliar. Hal ini, menurut Ayub, mengharuskan Pemerintah Daerah bersama DPRD untuk lebih kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya seperti potensi sektor parkir dan pariwisata yang belum maksimal.
Ia mencontohkan, retribusi parkir yang dulu bisa menyumbang hingga Rp20 miliar, namun pada tahun 2024 turun drastis menjadi hanya sekitar Rp2 miliar. Ini menunjukkan adanya potensi yang belum tergarap optimal dan perlu dicarikan solusi.
Sejumlah aspirasi dari masyarakat juga mencuat dalam forum tersebut, diantaranya Optimalisasi Potensi Ekonomi Gunung Sadeng. Usulan Program Legislasi Daerah (Propemperda) baru seperti Raperda Pariwisata dan Raperda UMKM. Kemudian evaluasi terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai kurang maksimal dalam menggali PAD.
Masukan mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi gratis (MBG), serta usulan pengecekan kondisi pesantren-pesantren tua yang memiliki nilai historis dan kultural tinggi di Jember.
Semua aspirasi ini akan dihimpun dan diperjuangkan agar masuk dalam agenda pembahasan APBD 2026. (Hafit)
