Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Jember Harap Kerja Sama Semua Pihak

Yahya Iskandar Wardayat.

Jember Hari Ini – Memasuki awal musim penghujan di bulan Oktober 2025, sejumlah peristiwa bencana yang dipicu hujan deras disertai angin kencang beberapa kali terjadi di Jember. Terbaru pada ,13 Oktober lalu puluhan pohon di 17 titik dilaporkan tumbang menimpa jalan hingga rumah warga. Bahkan, angin kencang juga merobohkan sebuah barongan bambu yang menyebabkan 2 warga Jalan Jawa 7 Kelurahan Sumbersari meninggal.

Merespon hal tersebut, Sekretaris BPBD Jember, Yahya Iskandar Wardayat, melalui talkshow di Prosalina, Sabtu (18/10/2025) mengatakan, kondisi Jember yang luas dan cukup kompleks membuat penanganan potensi bencana harus melibatkan unsur terkait di wilayah masing-masing. Mulai dari pemerintah desa atau kelurahan hingga berbagai unsur relawan kebencanaan seperti destana dan tagana.

Dia mencontohkan, meski sebagian besar wilayah sudah memasuki musim penghujan, namun masih ada kawasan yang membutuhkan bantuan air bersih. Kawasan yang kekurangan air tersebut berada di Pakusari dan Kalisat.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk proses pencegahan, penanganan dan pascabencana, diharapkan semua elemen masyarakat terlibat.

Dia menyebut, terdapat 5 elemen yang menjadi ujung tombak dalam proses penanganan yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, media massa dan badan usaha. Masing-masing pihak tersebut harus bersinergi agar upaya pencegahan, penanganan hingga pasca bencana bisa cepat dilakukan.

Seperti diketahui, berdasarkan catatan BPBD, kawasan Jember memiliki potensi bencana alam mulai dari angin kencang, banjir, longsor, tsunami hingga erupsi gunung raung. (AJA-Ulil)

Comments are closed.