Tren Pernikahan Dini di Jember Mulai Turun, Pelajar Diajak Jadi Agen Perubahan

Edy Budi Susilo.

Jember Hari Ini –  Ratusan pengurus OSIS dari 175 SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jember mengikuti sosialisasi, di aula dinas pendidikan Jember pada Selasa (11/11/2025). Sosialisasi tersebut digelar oleh dinas pemuda dan olahraga sebagai upaya memerangi praktik pernikahan dini dan stunting.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, saat membacakan sambutan Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pihaknya merasa perlu membekali pelajar agar menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Sosialisasi tersebut menyoroti keterkaitan erat antara pernikahan dini dan resiko stunting pada anak, sekaligus mendorong pelajar menjadikan isu pencegahan pernikahan dini, sebagai bagian dari program kerja OSIS.

Para peserta juga diajak untuk menyebarkan pesan pencegahan melalui media sosial dan kegiatan positif di sekolah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember untuk memperkuat gerakan melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, seiring dengan tren menurunnya angka pernikahan dini di wilayah Jember.

Diketahui, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 1.362 permohonan dispensasi kawin. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 512 permohonan dispensasi kawin, setelah penerapan kebijakan baru. Sedangkan pada tahun 2025 sebanyak 269 perkara dispensasi nikah. (Rusdi)

Comments are closed.