Erupsi Gunung Semeru, Relawan dari Jember Terus Bantu Penanganan

Erupsi Gunung Semeru.

Jember Hari Ini – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 19 November 2025 telah mengakibatkan 3 orang mengalami luka parah dan ratusan orang mengungsi. Di sisi lain, fasilitas umum dan puluhan rumah dilaporkan rusak. Selain itu, tanaman di ratusan ribu hektar lahan pertanian juga rusak.

Hingga Minggu (23/11/2025), lokasi terdampak erupsi Semeru berada di 3 desa yang ada dalam dua kecamatan. Desa-desa terdampak yaitu Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Dampak korban jiwa terdapat 3 warga luka berat. Mereka telah dirujuk dan dirawat di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Sedangkan kerugian material terdiri dari rumah rusak berat 21 unit serta fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan gardu pln masing-masing rusak berat 1 unit. Selain itu, lahan pertanian seluas 204 hektar rusak.

Pada Minggu (23/11/2025) malam, sejumlah bantuan telah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang berupa bantuan pangan dan non-pangan.

Bantuan diprioritaskan kepada mereka yang harus mengungsi di pos-pos pengungsian. Data sementara, titik pengungsian berada di SMP 02 Pronojiwo dengan 307 jiwa dan SDN 04 Supiturang 221 jiwa. Meskipun berada di pengungsian, mereka tetap beraktivitas, seperti membersihkan rumah mereka yang terdampak abu vulkanik maupun tetap bekerja.

Merespons penanggulangan bencana tersebut, sejumlah relawan dari Jember juga masih di lokasi terdampak bencana.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember sendiri, mengirimkan dua relawan, Gigih Priyambodo dan Ahmad Fauzi, untuk bergabung dengan belasan relawan PMI Jawa Timur dalam penanganan korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

Kedua relawan asal Jember ini telah aktif bertugas, khususnya pada asesmen di wilayah terdampak letusan Gungung Semeru Lumajang. Belasan relawan PMI Jatim fokus pada pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat terdampak lainnya di wilayah bencana.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, melalui sekretaris PMI Jember Ghufron Eviyan Efendi, membenarkan bahwa pengiriman kedua relawan tersebut adalah atas permintaan langsung dari PMI Jawa Timur.

Selama di Lumajang, para relawan juga memberikan pembaruan langsung mengenai situasi terkini. Ia menambahkan, di Gladak Perak, arus lalu lintas sempat ditutup sementara akibat adanya abu vulkanik. (Ulil)

Comments are closed.