Pertemuan Multipihak di Jember, Dorong Kepedulian pada Hak Disabilitas

Pertemuan Multipihak di Jember.

Jember hari ini –  Sejumlah organisasi masyarakat kembali menyoroti persoalan yang masih dihadapi warga disabilitas di Kabupaten Jember. Sejumlah persoalan mulai dari stigma, kurang ramahnya fasilitas publik untuk disabilitas, hingga pelayanan yang belum memadai.

Sejumlah persoalan yang dialami warga disabilitas tersebut terungkap dalam pertemuan multipihak Kabupaten Jember yang dihadiri 50 peserta dari unsur Pemerintah Daerah, OPD, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, media, serta komunitas penyandang disabilitas. Acara tersebut berlangsung di Kampus Universitas Islam Negeri KH. Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Selasa (25/11/2025).

Tanoker Ledokombo dan Perpenca Jember sebagai penyelenggara menilai kegiatan tersebut merupakan upaya bersama untuk memperkuat ekosistem layanan inklusif bagi anak dan remaja penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan tersebut, Pembina Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Unipar, Asrorul Mais, berupaya memberi pemahaman, bahwa warga disabilitas tidak perlu dikasihani, sebab mereka setara dengan warga yang lain. Pengertian disabilitas juga bukan label pada seseorang.

Disabilitas, lebih untuk menunjukkan diagnosis pada seseorang bahwa yang bersangkutan membutuhkan peralatan bantu agar bisa mengakses pelayanan publik yang setara. Contohnya, penyandang disabilitas tuli, akan membutuhkan juru bahasa isyarat di kelas-kelas belajar yang inklusi.

Untuk itu, dia ingin mendorong, agar warga disabilitas diberikan fasilitas berdasarkan kebutuhan masing-masing agar mendapatkan hak dan kesempatan yang sama di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan.  

Berdasarkan data Dinas Sosial Jember pada 2024, terdapat lebih dari 7.000 penyandang disabilitas dengan 23 persen diantaranya merupakan anak dan remaja. Asroul kemudian memberikan penegasan bahwa tidak ada orang yang bisa menjadi permanen tidak disabilitas.

Sebab, selain faktor sejak lahir, disabilitas juga bisa disebabkan akibat adanya kecelakaan. Maka isu hak dan layanan pada warga disabilitas perlu menjadi perhatian bersama. Harapannya, agar Jember bisa menjadi kota yang lebih inklusif. (Ulil)

Comments are closed.