Jember Siapkan 1.000 Warga Miskin Ekstrem untuk Dilatih Jadi Pekerja Migran di Tahun 2026

1.000 Warga Miskin Ekstrem untuk Dilatih Jadi Pekerja Migran.

Jember Hari Ini –  Dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengumumkan rencana pengiriman tenaga kerja migran dari keluarga miskin ekstrem ke luar negeri. Program tersebut saat ini sedang proses uji coba dengan memberikan pelatihan khusus bagi 20 warga miskin ekstrem.

Melalui keterangannya, Sabtu (29/11/2025) Fawait menjelaskan, para calon pekerja migran ini merupakan warga usia produktif dari keluarga miskin ekstrem yang dipersiapkan untuk bekerja dengan pendapatan layak. Sebagai gambaran, gaji di Jepang disebutkan berkisar Rp18 juta, sementara di Korea sekitar Rp22 juta per bulan.

Fawait menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jember tengah menyiapkan program pelatihan berskala besar bagi 1.000 warga miskin ekstrem agar mereka dapat diberangkatkan sebagai pekerja migran secara prosedural dan mendapatkan pekerjaan layak dengan penghasilan yang memadai.

Selain melalui program pelatihan pekerja migran, Pemkab Jember juga merencanakan langkah-langkah lain seperti pengembangan hutan sosial, pelatihan usaha, pemberian gerobak Mlijo Cinta. Dengan program tersebut, Fawait menargetkan miskin ekstrem di Jember tidak ada lagi pada 4-5 tahun mendatang.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden, Setiawan Ichlas, menegaskan bahwa Jember menjadi salah satu daerah prioritas karena angka kemiskinan ekstrem dan pekerja migran non-prosedural masih cukup tinggi. Tahun ini, pemerintah pusat bersama Pemkab Jember dan kementerian P2MI telah sepakat melakukan uji coba pengiriman 20 PMI secara resmi ke Jepang atau Korea.

Setiawan menyebut, tahun depan pemerintah juga telah menyetujui program pelatihan bagi minimal 1.000 anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Jember. Mereka akan dipersiapkan melalui jalur yang legal dan jelas, sehingga hak, gaji, dan kepulangan mereka dapat terjamin.  (Rusdi)

Comments are closed.