
Jember Hari Ini – Banjir yang terjadi di kawasan Jember pada Senin (15/12/2025), telah mengakibatkan ratusan rumah di 9 kecamatan, terdampak. Sejumlah pihak dari unsur relawan, BPBD, PMI hingga TNI-Polri terus memantau situasi terbaru dan membantu mengevakuasi warga.
BPBD Jember melaporkan, telah mendirikan pengungsian di kawasan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Sebab, di kawasan tersebut sebanyak 40 KK atau sekitar 200 jiwa sempat mengungsi di tenda keluarga yang didirikan BPBD, sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing pada pagi tadi setelah air surut.
Bantuan yang disalurkan meliputi paket logistik, makanan siap saji, lauk pauk, selimut, kompor, peralatan masak dan makan, paket kebersihan, baby kit, serta paket lansia. BPBD juga meminjamkan sejumlah peralatan penanganan banjir, seperti pompa air untuk mempercepat proses penyedotan air dan pembersihan rumah warga.
Sementara itu, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgana) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bergerak cepat melakukan operasi tanggap darurat pascabencana banjir.
Puluhan personel dari PMI Jember juga bergerak sejak sore hingga dini hari, Senin (15/12/2025). Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Evyan Efendi, mengatakan, pihaknya fokus pada kecepatan dan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama makanan dan kesehatan.
Kegiatan tanggap darurat ini menyasar kawasan padat penduduk, antara lain di Kelurahan Kepatihan yang mencakup Jalan Raden Fatah dan wilayah Wahid Hasyim.
Kemudian di Kecamatan Patrang yang meliputi Dusun Krajan, Jember Lor, serta di Dusun Gempal, Kecamatan Pakusari. Selain distribusi makanan, tim Satgana juga melaksanakan cek kesehatan sederhana bagi warga yang membutuhkan pertolongan pertama pasca banjir, dan sesegera mungkin menormalisasi sumur-sumur warga. (Ulil)
