Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana, BPBD Jember Bentuk Satgas di Kecamatan

Anang Dwi Resdianto.

Jember Hari Ini – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat sebanyak 1.428 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana banjir yang terjadi pada Senin 15 Desember lalu. Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan satu korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah.

Untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana, BPBD akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kebencanaan di tingkat kecamatan. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan infrastruktur terdampak bencana, seperti tanggul jebol, tidak bersifat tambal sulam.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jember, Anang Dwi Resdianto, melalui Talkshow di Prosalina, Sabtu (20/12/2025) mengatakan, secara keseluruhan, tercatat 135 rumah rusak ringan, 7 rumah rusak berat, serta lima jembatan rusak, dengan rincian empat rusak berat dan satu rusak ringan. Dampak banjir juga menjalar hingga wilayah pesisir. BPBD mencatat tujuh unit perahu nelayan rusuk di wilayah Kecamatan Puger.

Terkait penanganan, BPBD Jember telah menurunkan personel untuk menyalurkan logistik dan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus melanjutkan kajian pascabencana. BPBD juga merekomendasikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk melakukan perbaikan infrastruktur sesuai kewenangannya, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Hampir seluruh pengungsi saat ini, sudah kembali ke rumah masing-masing dan kondisi dinyatakan aman serta terkendali. Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga, Anang menjelaskan bahwa penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Rumah rusak ringan akan diberikan bantuan stimulan, sedangkan rumah rusak berat membutuhkan kolaborasi lintas OPD dan stakeholder, mengingat penanganan bencana saat ini melibatkan pendekatan multihelix.

Terkait pembentukan Satgas, merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Jember dan hasil rapat koordinasi bersama para camat yang digelar pada 18 desember lalu. Di masing-masing kecamatan akan dibentuk Satgas Kebencanaan yang melibatkan muspika, kepala puskesmas, destana, tagana, serta kepala desa atau lurah. (AJA-Ulil)

Comments are closed.