DLH Sebut, Sejak 2017 Pembangunan Perumahan di Jember Capai 190 Lokasi

Suprihandoko.

Jember Hari Ini – Sejak tahun 2017 hingga 2025, Kabupaten Jember mengalami penambahan sekitar 190 titik perumahan baru. Maraknya pembangunan tersebut berdampak pada berkurangnya daya resap air, seiring meningkatnya penggunaan beton dan bangunan permanen yang turut memicu kenaikan debit air sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember, Suprihandoko, Selasa (23/12/2025) menyampaikan, seluruh perumahan tersebut dibangun oleh para pengembang sejak 2017 hingga saat ini.

Meski demikian, DLH belum memiliki data rinci terkait luas lahan yang telah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan. Data tersebut juga belum mencakup perumahan yang dibangun sebelum tahun 2017.

Dengan masifnya pengembangan kawasan perumahan, Suprihandoko menilai perlu adanya langkah penanganan jangka panjang, salah satunya melalui reboisasi di sepanjang tebing dan bantaran sungai sebagai upaya pengendalian banjir. Ia berharap ada gerakan sedekah bibit pohon dalam jumlah besar yang kemudian ditanam melalui kolaborasi dengan dinas lingkungan hidup.

Sebab, akibat pengembangan 190 lokasi perumahan tersebut, tidak sedikit biayanya dan tidak sedikit dampak yang diakibatkan, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Namun dia menilai, jika diimbangi dengan resapan yang tinggi, meski terjadi hujan dengan intensitas lebat, akan meminimalisasi risiko terjadi banjir.

Suprihandoko menambahkan bahwa rencana pembangunan sumur resapan oleh pihak pengembang hingga kini belum terealisasi. Akibatnya, saat banjir terjadi, kondisi aliran air menjadi sulit dikendalikan. (Hafit)

Comments are closed.