
Jember Hari Ini – Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan serka putu menaka di lokasi pesta minuman keras sebelum yang bersangkutan meninggal dunia. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa, termasuk waktu kedatangan, aktivitas yang dilakukan, serta pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian.
Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah, Jumat (02/01/2026) mengatakan, berdasarkan keterangan sementara, penyebab meninggalnya Serka Putu dipastikan karena henti jantung dengan riwayat hipertensi. Hingga saat ini tidak ditemukan bukti medis yang menunjukkan adanya penyebab kematian lain di luar hasil pemeriksaan kesehatan tersebut.
Saat ditanya keberadaan korban di lokasi pesta miras di Jalan Bungur, Kecamatan Patrang, Indra belum bisa memastikan. Fakta tersebut belum bisa disimpulkan secara menyeluruh karena keterbatasan saksi.
Sedangkan sejumlah saksi yang ada belum dapat dimintai keterangan lengkap, bahkan ada saksi yang telah meninggal dunia. Aparat masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan tambahan guna mendapatkan gambaran utuh peristiwa yang terjadi.
Lebih jauh Indra menegaskan Serka Putu tidak meninggal di lokasi kejadian, melainkan di tempat yang berbeda. Korban meninggal dunia di rumah sakit, satu hari setelah peristiwa yang diduga berkaitan dengan pesta miras tersebut.
Sebelumnya diberitakan, pesta miras di sebuah kedai di Jalan Bungur, Kecamatan Patrang, berlangsung pada Sabtu (27/12/2025) sore hingga dini hari. Namun, laporan awal diterima polisi pada Minggu malam (28/12/2025) sekitar pukul sebelas malam dari masyarakat. Jumlah korban meninggal diduga akibat pesta miras tersebut diketahui mencapai 6 orang.
Dari hasil pemeriksaan dan analisis sementara, terdapat 4 pasien yang dirawat di RSD dr. Soebandi mengalami gangguan berat pada fungsi organ tubuh, seperti liver dan ginjal yang diduga kuat akibat konsumsi minuman keras dalam dosis tinggi. Meski telah ditangani sesuai prosedur kegawatdaruratan, termasuk pemberian cairan, obat-obatan, dan oksigen, nyawa para korban tidak tertolong. (Rusdi)
