
Jember Hari Ini – Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Jember hingga kini baru mencapai 50 persen dari total desa dan kelurahan yang ada. Kondisi ini menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan, dari 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Jember, baru 124 wilayah yang telah memiliki organisasi Destana. Padahal, keberadaan destana dinilai penting untuk memperkuat kesiapan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Karena itu, Edy menargetkan pembentukan destana dapat rampung di seluruh desa dan kelurahan pada tahun ini. Minimal, setiap wilayah diharapkan sudah memiliki organisasi sebagai dasar penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.
Selain mendorong pembentukan Destana, BPBD Jember juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan tanah longsor. Seluruh pihak diminta waspada, terutama di titik-titik yang selama ini rawan terjadi bencana.
Lebih jauh Edy menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar konsolidasi relawan kebencanaan. Ada sekitar 70 organisasi relawan yang terdata akan dikumpulkan untuk memperkuat koordinasi, dengan menekankan pentingnya deteksi dini, pelaporan cepat, dan penanganan cepat guna meminimalkan risiko serta menyelamatkan jiwa masyarakat. (Rusdi)
