
Jember Hari Ini – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Jember berlangsung meriah dan masif. Sedikitnya 3.700 relawan terlibat dalam aksi serentak yang dipusatkan di Alun-Alun Rambipuji, Sabtu hingga Minggu 8 Februari 2026.
Sekretaris World Cleanup Day Indonesia (WCDI) Core Team Jember, Harry Bagoes Prasetyo, mengatakan, jumlah relawan tersebut terdiri dari sekitar 1.200 orang yang mengikuti apel HPSN di Alun-Alun Rambipuji, serta kurang lebih 2.500 siswa yang melaksanakan aksi bersih-bersih di berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Menurutnya, ini menjadi gerakan besar dan menunjukkan kepedulian bersama terhadap persoalan sampah. Apel HPSN 2026 di Rambipuji turut dihadiri Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto, serta Sekretaris Kecamatan Rambipuji. Usai apel, para relawan langsung melaksanakan aksi clean up di sekitar alun-alun dan Pasar Rambipuji.
Dari kegiatan tersebut, sedikitnya 1.100 kilogram sampah yang terdiri dari sampah organik, anorganik, dan residu berhasil dikumpulkan. Harry menilai, jumlah tersebut cukup signifikan mengingat area pembersihan masih tergolong sempit. Kondisi ini membuktikan masih adanya sampah di sekitar alun-alun dan Pasar Rambipuji. Jika aksi ini diperluas ke wilayah lain, tentu volumenya akan jauh lebih besar.
Peringatan HPSN 2026 di Jember digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya lomba daur ulang (recycle), aksi bersih-bersih, Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan narasumber dari Universitas Muhammadiyah, Pegadaian, dan Camat Rambipuji. Di sela-sela FGD, ditampilkan pula atraksi seni daerah yang dibawakan oleh siswa-siswi dan komunitas pecinta lingkungan.
Harry menegaskan, suksesnya pelaksanaan HPSN 2026 tidak lepas dari sinergi kuat berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Jember, TNI, Polri, lembaga pendidikan, universitas, hingga komunitas pecinta lingkungan.
Dia menyebut, HPSN ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali tragedi longsor TPA Leuwigajah di Jawa Barat yang menewaskan 157 orang. Tragedi itu menjadi peringatan keras bahwa persoalan sampah tidak bisa dianggap remeh karena berpotensi menimbulkan bencana besar.
Ia menambahkan, sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyatakan Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah, seluruh daerah diharapkan bersinergi menangani persoalan tersebut melalui semangat gotong royong.
Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, menjadi kunci agar ke depan lahir kader-kader peduli lingkungan demi indonesia yang lebih baik. (Ulil)
