
Jember Hari Ini – Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menargetkan kemiskinan ekstrem di Indonesia mencapai nol persen pada 2026. Target tersebut ditegaskan Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule, dalam kegiatan sinergi pusat dan daerah di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kamis (12/02/2026).
Iwan Sumule menyampaikan, selain penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026, pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan nasional turun menjadi 4,5 persen pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan konsistensi penurunan minimal satu persen setiap tahun melalui kerja kolaboratif antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Menurut Iwan Sumule, Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah prioritas percepatan pengentasan kemiskinan karena angka kemiskinan dan kemiskinan ekstremnya masih tergolong tinggi. BP Taskin tidak hanya mengoordinasikan dan mengintegrasikan program, tetapi juga mempercepat proses birokrasi agar bantuan dan program pemberdayaan cepat terealisasi dan tepat sasaran.
Program yang disinergikan antara lain pemberdayaan masyarakat, dukungan perbaikan sekolah rusak, pengembangan kampung nelayan, kampung budidaya, hingga optimalisasi program hutan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem. Seluruh program ditegaskan harus berkelanjutan agar target penurunan kemiskinan satu persen per tahun dapat tercapai secara konsisten.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh target nasional tersebut. Ia menegaskan dalam lima tahun ke depan angka kemiskinan di Jember harus turun drastis melalui program konkret lintas kementerian, termasuk pelatihan UMKM bagi keluarga miskin ekstrem usia produktif, perluasan jaminan kesehatan, serta pemerataan layanan dasar hingga ke wilayah pedesaan, pesisir, dan kawasan pinggir hutan. (Rusdi)
