
Jember Hari Ini – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember mulai terlihat memanjang dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan masih dalam kategori normal dan belum mengarah pada panic buying.
Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, menegaskan antrean yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan faktor kapasitas dan luas area SPBU yang berbeda-beda.
Menurutnya, beberapa SPBU di dalam kota seperti kawasan Ahmad Yani, Tegal Besar, dan Gajah Mada memiliki area yang relatif sempit. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan terlihat hingga keluar ke badan jalan, meskipun jumlah konsumen masih dalam batas wajar.
Antrean memang terjadi di beberapa SPBU, namun masih dalam kategori normal. Hal ini lebih karena keterbatasan area SPBU, bukan karena lonjakan pembelian yang tidak wajar. Ia menambahkan, kondisi berbeda terlihat di SPBU yang memiliki area lebih luas. Meskipun terdapat antrean, kendaraan masih dapat tertampung di area spbu sehingga tidak meluber ke jalan raya.
Hiswana Migas juga memastikan bahwa stok dan distribusi BBM di wilayah jember dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala. Pasokan BBM disebut tersedia setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ikbal mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia juga meminta masyarakat belajar dari pengalaman sebelumnya terkait kelangkaan BBM yang sempat terjadi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Ia menjelaskan, kondisi kelangkaan BBM pada tahun sebelumnya disebabkan oleh terganggunya jalur distribusi. Sementara saat ini distribusi berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, sehingga stabilitas distribusi dan pasokan tetap terjaga di Kabupaten Jember. (Ulil)
