UIN KHAS Jember Optimis Tingkatkan Peneliti Lolos Bantuan Pemerintah

Gedung UIN KHAS Jember

Jember Hari Ini – Universitas Islam Negeri KH. Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menargetkan peningkatan jumlah peneliti yang lolos program bantuan pemerintah pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan agar para dosen mampu bersaing di tingkat nasional.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, Sabtu (04/04/2026) menyampaikan bahwa pemerintah membuka peluang penelitian sebanyak 120 judul pada tahun 2026. Ia berharap jumlah dosen atau peneliti dari UIN KHAS yang lolos dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, tercatat dua dosen UIN KHAS Jember berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan dari Kementerian Agama.

Dua penelitian tersebut masing-masing berjudul pengembangan wakaf hijau berkelanjutan berbasis pertanian terpadu di kawasan agroekologi jawa timur, serta aplikasi warispa mobile, yakni kalkulator pembagian waris islam berbasis android untuk mendukung keputusan hakim pengadilan agama.

Melalui penelitian tersebut, para dosen diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat, khususnya terkait wakaf dan waris. Untuk penelitian wakaf diproyeksikan berlangsung selama dua tahun, sementara pengembangan aplikasi waris ditargetkan selesai dalam satu tahun.

Zainal menambahkan, peluang ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian di lingkungan UIN KHAS Jember. Ia menargetkan pada tahun 2026 setidaknya empat hingga lima proposal penelitian dapat lolos seleksi di tingkat nasional.

Pihak kampus juga telah melakukan sosialisasi kepada seluruh dosen agar aktif mengajukan proposal penelitian, mengingat pemerintah telah menyediakan anggaran untuk ratusan judul penelitian.

Seluruh proses penelitian nantinya akan dipantau langsung oleh tim monitoring dari pusat pembiayaan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan sekretariat jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Tim ini dipimpin oleh Dr. Ruchman Basori bersama Hendro Dwi Antoro. (Hafit-adv)

Comments are closed.