{"id":14531,"date":"2015-09-22T17:49:36","date_gmt":"2015-09-22T10:49:36","guid":{"rendered":"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=14531"},"modified":"2015-09-22T17:49:36","modified_gmt":"2015-09-22T10:49:36","slug":"audiotorial-penertiban-peraga-kampanye","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=14531","title":{"rendered":"Audiotorial &#8220;Penertiban Peraga Kampanye&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/LOGO-news.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14159 alignleft\" alt=\"LOGO news\" src=\"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/LOGO-news.jpg\" width=\"125\" height=\"125\" srcset=\"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/LOGO-news.jpg 125w, https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/LOGO-news-80x80.jpg 80w, https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/LOGO-news-40x40.jpg 40w, https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/LOGO-news-64x64.jpg 64w, https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/LOGO-news-75x75.jpg 75w\" sizes=\"auto, (max-width: 125px) 100vw, 125px\" \/><\/a>Panwaslih Kabupaten Jember bersama Dinas Perhubungan menertibkan alat peraga kampanye yang ditempel di angkutan kota. Dasar penertiban adalah Peraturan KPU yang menyebutkan produksi, pemasangan, dan di mana saja alat peraga kampanye dipasang adalah wewenang KPU. Maksudnya, KPU yang memutuskan berapa banyak dan di mana saja alat peraga kampanye boleh dipasang.<\/p>\n<p>Penertiban alat peraga kampanye yang ditempel di angkutan kota bisa dibilang <i>kasep<\/i>. Sebab, sesuai Peraturan KPU, sejak memasuki\u00a0 kampanye, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan kampanye pengaturannya menjadi wewenang KPU.\u00a0 Dengan begitu, penertiban sejatinya sudah harus dilakukan sejak 24 Agustus lalu.<\/p>\n<p>Kira-kira saja ada yang bilang, tidak masalah <i>kasep<\/i> ketimbang tidak ada penertiban sama sekali. Dalam beberapa hal barangkali ungkapan seperti itu bisa diterima, tetapi dalam beberapa hal yang lain, terutama menyangkut persoalan krusial, pernyataan <i>lebih baik terlambat ketimbang tidak sama sekali, <\/i>akan mengundang resiko. Dia berpotensi menjadi preseden atau awalan sekaligus pembenaran bagi ketidaktertiban dan ketidakpatuhan terhadap aturan yang lain. Maksudnya, sekali ada toleransi, maka bisa saja pasangan calon menabrak aturan yang lain.<\/p>\n<p>Memang benar, pemilu adalah prosedur dan mekanisme pergantian pemimpin. Tetapi memahami pemilu sekadar sebagai prosedur atau mekanisme pergantian pemimpin akan melahirkan perilaku mencari dan menggali celah-celah aturan untuk dimanipulasi. Pemilu harus dipahami secara substansial, karena pemahaman secara substansial akan diikuti oleh perilaku menjunjung tinggi aturan main.<\/p>\n<p>Begitulah, sekali lagi, pemilu bukan sekadar prosedur. Dan idealnya yang memulai penegakan aturan adalah para penyelenggara yang oleh undang-undang diberi otoritas mengatur penyelenggaraan pemilu. Penyelenggara menanggung beban moral agar setiap langkah yang ditempuh tidak menjadi preseden yang kemudian dijadikan alat pembenar bagi praktik menabrak aturan.<\/p>\n<p>Ibarat mesin, kalau pemilunya baik, maksudnya baik di semua lini dan tahapan, maka hasilnya adalah pemimpin yang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi pemilu itu ibarat mesin produksi yang keluaran atau outputnya bergantung pada material yang dimaksukkan ke dalam mesin itu. Orang pintar bilang, <i>garbage in<\/i><i>,<\/i><i> garbage out. <\/i>Kalau yang masuk sampah yang keluar juga sampah. <b>(Aga)<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panwaslih Kabupaten Jember bersama Dinas Perhubungan menertibkan alat peraga kampanye yang ditempel di angkutan kota. Dasar penertiban adalah Peraturan KPU yang menyebutkan produksi, pemasangan, dan di mana saja alat peraga&#8230; <a class=\"meta-more\" href=\"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=14531\"><span class=\"meta-nav\"><\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14159,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"h5ap_radio_sources":[],"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-14531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-audiotorial","junkie_custom_tags-junkie_featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}