{"id":2839,"date":"2013-04-08T00:00:00","date_gmt":"2013-04-07T17:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/2013\/04\/08\/sementara-itu-mediasi-warga-kebun-renteng-dengan-ptpn-12-di-pengadilan-negeri-jember-tidak-membuahkan-hasil.html"},"modified":"2013-04-08T00:00:00","modified_gmt":"2013-04-07T17:00:00","slug":"sementara-itu-mediasi-warga-kebun-renteng-dengan-ptpn-12-di-pengadilan-negeri-jember-tidak-membuahkan-hasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=2839","title":{"rendered":"Sementara Itu, Mediasi Warga Kebun Renteng Dengan PTPN 12 Di Pengadilan Negeri Jember, Tidak Membuahkan Hasil."},"content":{"rendered":"\n<p> \t\u00a0Menurut Kuasa Hukum PTPN 12 Kebun Renteng, Terang Haris Darwin, Kliennya tidak sepakat jika upaya perdamaian ini, diarahkan pada kepemilikan tanah.<br \/> \t\u00a0\u00a0 \u00a0Apalagi ada beberapa kelompok masyarakat, Yang menuntut hak atas tanah PTPN 12 tersebut. Diantaranya Kelokpok Mawar dan Kelompok Anggrek.<br \/> \t\u00a0\u00a0 \u00a0Haris Berharap Kelompok masyarakat memperjelas tuntutan, dan\u00a0 bukti yang menguatkan tuntutan mereka.<br \/> \t\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mendengar Pernyataan Kuasa Hukum PTPN 12 itu, warga sempat memanas. Perwakilan warga, Sidik Suhadak Menegaskan, Pengembalian tanah kepada warga adalah Harga Mati, Karena warga sudah menggarap tanah itu selama 12 Tahun.<br \/> \t\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Warga kemudian meminta agar dalam Proses Mediasi, Pengadilan menghadirkan Bupati dan Kepala BPN, sehingga tuntutan warga bisa ditindaklanjuti.<br \/> \t\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sementara Menurut Ketua Pengadilan Negeri Jember, Syahrul Mahmud, Permohonan Eksekusi tidak dikabulkan, Karena Gugatan Kelompok Masyarakat kebun renteng dalam sidang sebelumnya, ditolak.<br \/> \t\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p> \t\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mediasi Warga Kebun Renteng dengan PTPN 12 di Pengadilan Negeri Jember, Senin Pagi, Tidak membuahkan hasil. Mediasi itu dilakukan, Karena Permohonan eksekusi lahan seluas sekitar 47 hektar tidak dikabulkan.<br \/> \t\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"h5ap_radio_sources":[],"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-2839","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sosial-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2839"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2839\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}