{"id":3082,"date":"2013-08-30T00:00:00","date_gmt":"2013-08-29T17:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/2013\/08\/30\/demo-puluhan-aktivis-pmii-jember-yang-menolak-tambang-pasir-besi-di-paseban-ricuh.html"},"modified":"2013-08-30T00:00:00","modified_gmt":"2013-08-29T17:00:00","slug":"demo-puluhan-aktivis-pmii-jember-yang-menolak-tambang-pasir-besi-di-paseban-ricuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=3082","title":{"rendered":"Demo Puluhan Aktivis PMII Jember yang Menolak Tambang Pasir Besi di Paseban Ricuh"},"content":{"rendered":"\n<p> \tSaat unjukrasa berlangsung di Jalan Sudarman,mereka memaksa masuk gedung Pemkab namun dihalangi polisi. Pengunjukrasa kemudian merusak pagar Pemkab sehingga terjadi aksi pemukulan oleh polisi terhadap sekitar 6 aktivis.<\/p>\n<p> \tAksi demonstrasi oleh aktivis PMII itu sendiri bermaksud mempertanyakan keluarnya Sertifikat Clean dan Clear pengoperasian tambang pasir besi di Paseban Kencong.<\/p>\n<p> \tSejak Jumat pagi, 30 Agustus 2013mereka beraksi mulai dari Gedung Disperindag ESDM, gedung DPRD Jember, gedung Pemkab di Jalan Sudarman dan Kantor Lingkungan Hidup.<\/p>\n<p> \tKorlap aksi, Ferio Pristiawan mengaku heran atas sikap polisi yang sangat represif saat ia dan sahabat-sahabatnya berdemo terkait tambang. Padahal jika unjukrasa isu-isu lainnya sikap polisi tidak begitu represif.<\/p>\n<p> \tFerio mendesak izin segera dicabut dan anggota dewan segera merampungkan pembahasan raperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah(RTRW).<\/p>\n<p> \tDalam aksi tersebut tidak satupun perwakilan dari keempat instansi tersebut yang mau memberikan penjelasan atas tuntutan puluhan aktivis itu.<\/p>\n<p> \tSementara itu Kabag Ops Polres Jember Kompol Imam Pauji saat hendak dikonfirmasi tidak memberikan penjelasan karena sedang rapat. (Ulung)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p> \tAksi demonstrasi puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember yang menolak penambangan pasir besi di Desa Paseban Kecamatan Kencong Jember ricuh.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"h5ap_radio_sources":[],"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3082","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sosial-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3082"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3082\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}