{"id":3532,"date":"2013-11-12T00:00:00","date_gmt":"2013-11-11T17:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/2013\/11\/12\/kesenjangan-pendapatan-dan-kesejahteraan-masyarakat-jember-makin-tinggi.html"},"modified":"2013-11-12T00:00:00","modified_gmt":"2013-11-11T17:00:00","slug":"kesenjangan-pendapatan-dan-kesejahteraan-masyarakat-jember-makin-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=3532","title":{"rendered":"Kesenjangan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Jember Makin Tinggi"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\"> \tDalam ilmu statistik, indeks gini berkisar antara 0 hingga 1. Semakin tinggi indeks gini, berarti semakin tinggi pula angka kesenjangannya.<\/p>\n<p> \tMenurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Jember, Mohammad Tamrin, yang paling mempengaruhi tinggi rendahnya indeks gini adalah penyebaran pusat kegiatan ekonomi dan pembangunan infrastuktur.<\/p>\n<p> \tPemkab, kata Tamrin, akan memberdayakan ekonomi sektor riil yang banyak terdapat di masyarakat dan tidak membutuhkan teknologi rumit. Karena itu, tahun depan anggaran untuk kecamatan, desa dan kelurahan di Jember akan dinaikkan.<\/p>\n<p> \tSementara Wakil Ketua Dprd Jember, Miftahul Ulum menyatakan, sumber utama penyebab terjadinya kesenjangan adalah data. Pemkab, kata Ulum, masih belum merapikan data-data potensi yang ada di seluruh wilayah Jember, seperti data penduduk miskin, jumlah penduduk, aset, dan data-data lainnya.<\/p>\n<p> \tSelain itu, pemkab masih sering mengamini keinginan makelar APBD yang meminta jatah anggaran. Akibatnya, program kebijakan anggaran yang digulirkan seringkali tidak sesuai kebutuhan masyarakat.<strong> (Ely)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"> \tKesenjangan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jember semakin tinggi. Tahun ini, indeks gini atau indeks kesenjangan di Jember mencapai 0,5. Angka ini naik dibandingkan tahun 2006 dan 2007 yang sempat berada pada level 0,3.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"h5ap_radio_sources":[],"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-3532","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3532"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3532\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}