{"id":3588,"date":"2013-11-21T00:00:00","date_gmt":"2013-11-20T17:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/2013\/11\/21\/ikatan-dokter-indonesia-jember-tolak-kriminalisasi-dokter.html"},"modified":"2013-11-21T00:00:00","modified_gmt":"2013-11-20T17:00:00","slug":"ikatan-dokter-indonesia-jember-tolak-kriminalisasi-dokter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=3588","title":{"rendered":"Ikatan Dokter Indonesia Jember Tolak Kriminalisasi Dokter"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\"> \tPantauan Prosalina FM, Kamis siang puluhan dokter berkumpul di aula sekretariat IDI Jember menggelar aksi bagi-bagi selebaran dan bunga di dekat perempatan lampu merah SMPN 2 Jember dan di depan pujasera jalan PB Sudirman.<\/p>\n<p> \tMenurut Ketua IDI Jember, dokter Hendro Sulistyo, aksi bagi bunga ini merupakan aksi penolakan para dokter terkait upaya kriminalisasi profesi dokter. Kasus yang menimpa dokter Dewa Ayu seharusnya diselesaikan secara profesi, bukan diseret ke jalur hukum. Apalagi, dokter Ayu sudah menjalankan operasi sesuai prosedur medis.<\/p>\n<p> \tSebagaimana diberitakan sejumlah media nasional, dokter Dewa Ayu adalah dokter spesialis kandungan yang akhirnya dijebloskan ke tahanan karena dianggap melakukan malpraktik saat melakukan operasi persalinan warga. Duapuluh menit pasca operasi, warga tersebut meninggal dunia sementara bayinya sehat.<\/p>\n<p> \tMenurut dokter Hendro, dalam menangani pasien dokter tidak bekerja untuk menyelamatkan pasien tetapi berupaya menyembuhkan penyakit pasien. Kasus yang menimpa dokter Ayu membuat resah kalangan dokter di Jember.<\/p>\n<p> \tIDI Jember juga menandai penolakan kriminaliasi itu dengan memasang pita hitam di setiap dokter di Jember sebagai bentuk duka atas kejadian itu. <strong>(Ulung)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"> \tPuluhan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember menolak kriminalisasi terhadap dokter.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3588","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sosial-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3588"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3588\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}