{"id":3589,"date":"2013-11-21T00:00:00","date_gmt":"2013-11-20T17:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/2013\/11\/21\/17-ribu-bayi-di-jember-terancam-gizi-buruk.html"},"modified":"2013-11-21T00:00:00","modified_gmt":"2013-11-20T17:00:00","slug":"17-ribu-bayi-di-jember-terancam-gizi-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=3589","title":{"rendered":"17 Ribu Bayi di Jember Terancam Gizi Buruk"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\"> \tMenurut Kepala Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, 17 ribu bayi kurang gizi itu paling banyak ada di Jember bagian utara seperti Arjasa, Jelbuk dan Sumberjambe. Sedangkan Jember bagian Selatan dan kecamatan wilayah kota jumlahnya lebih sedikit. \u00a0<\/p>\n<p> \tSejumlah penyebab terjadinya kurang gizi antara lain, perilaku ibu yang berpendidikan rendah sehingga kurang sadar akan pentingnya nutrisi bagi anak, kemiskinan yang berakibat kurangnya daya beli masyarakat, juga karena bayi yang mengidap penyakit TBC dan saluran pernapasan.<\/p>\n<p> \tSaat ini, kata Yumarlis, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menyediakan dana bantuan makanan sebesar Rp. 800 juta yang akan diberikan dalam kurun waktu 90 hari. Setiap bulan Dinas Kesehatan memantau perkembangan bayi tersebut.<\/p>\n<p> \tDinas Kesehatan menghimbau kepada warga yang memiliki bayi agar proaktif mendatangi layanan posyandu dan puskesmas terdekat agar kesehatan mereka terpantau dengan baik.<strong> (Ulung)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"> \tSebanyak 17 ribu bayi di Kabupaten Jember masuk dalam kategori kurang gizi. Jika tidak tertangani dengan baik, mereka bisa jatuh pada kasus gizi buruk.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"h5ap_radio_sources":[],"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3589","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sosial-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3589"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3589\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}