{"id":58601,"date":"2026-09-12T20:11:43","date_gmt":"2026-09-12T13:11:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=58601"},"modified":"2026-09-12T20:11:45","modified_gmt":"2026-09-12T13:11:45","slug":"stok-bbm-jember-disebut-aman-pemkab-ungkap-pasokan-dan-pola-pelayanan-spbu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=58601","title":{"rendered":"Stok BBM Jember Disebut Aman, Pemkab Ungkap Pasokan dan Pola Pelayanan SPBU"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-12-at-19.06.34-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"978\" src=\"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-12-at-19.06.34-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-58602\" style=\"width:500px\" srcset=\"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-12-at-19.06.34-1.png 720w, https:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-12-at-19.06.34-1-221x300.png 221w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Kepala Diskopukmdag Jember, Sartini<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Jember Hari Ini &#8211;<\/strong> Pemerintah Kabupaten Jember menyebut pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih mencukupi kebutuhan masyarakat, meski antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini Sabtu (12\/09\/2026) mengatakan, kebutuhan BBM di Jember cukup tinggi karena jumlah penduduk yang besar serta aktivitas ekonomi dan perguruan tinggi yang cukup banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk kebutuhan harian, konsumsi biosolar di Jember mencapai sekitar 265 kiloliter atau 265 ribu liter. Sementara kebutuhan Pertalite mencapai sekitar 540,86 kiloliter atau 540.860 liter per hari. Sedangkan kebutuhan Pertamax mencapai sekitar 81,63 kiloliter, Pertamax Turbo sekitar 2,87 kiloliter, dan pertamina dex sekitar 5,01 kiloliter.<\/p>\n\n\n\n<p>Sartini menjelaskan, tambahan pasokan juga telah dilakukan dari sejumlah jalur distribusi. Pada 8 September, pasokan dari Terminal Tanjungwangi, Banyuwangi, mencapai sekitar 1.152 kiloliter, ditambah pasokan dari Surabaya sekitar 64 kiloliter. Dengan demikian, total pasokan pada 8 September rmencapai sekitar 1.216 kiloliter.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 9 September, pasokan dari Tanjungwangi mencapai sekitar 772 kiloliter. Kemudian pada 10 September sekitar 975 kiloliter, sedangkan pada 11 September pasokan mencapai sekitar 1.722 kiloliter.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasokan pada 11 September tersebut terdiri dari sekitar 984 kiloliter Pertalite, 465 kiloliter Biosolar, 257 kiloliter Pertamax, dan 16 kiloliter Pertamina Dex.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Sartini, tambahan pasokan tersebut menunjukkan bahwa pengiriman BBM ke Jember telah ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Namun, kondisi antrean di lapangan tidak sepenuhnya sama di setiap spbu. Berdasarkan pemantauan Pemkab Jember, terdapat SPBU yang masih mengalami antrean, sementara SPBU lainnya relatif lancar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sartini mengatakan, perbedaan tersebut salah satunya dipengaruhi mekanisme pelayanan yang diterapkan masing-masing SPBU. Di sejumlah SPBU, penyaluran BBM dilakukan secara bertahap untuk mengatur ketersediaan stok dan memberi kesempatan masyarakat dari wilayah yang jauh agar tetap mendapatkan BBM.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, di SPBU kawasan Pontang, Kecamatan Ambulu, stok biosolar masih tersedia, tetapi penjualan dilakukan secara bertahap. Pada pagi hari pelayanan dibuka hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian kembali dibuka pada siang hari. <strong><em><\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sartini menegaskan, pembatasan pembelian BBM yang diterapkan di sejumlah SPBU bukan ketentuan yang ditetapkan Pemkab Jember, melainkan merupakan mekanisme pelayanan masing-masing SPBU.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemkab jember juga meningkatkan pengawasan untuk memastikan BBM yang tersedia benar-benar digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, bukan ditimbun maupun dijual kembali. Pengawasan dilakukan melalui satuan tugas terpadu yang melibatkan pemerintah, kepolisian, pertamina, dan hiswana migas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pemantauan di sejumlah SPBU, petugas juga menemukan adanya pengecer BBM dadakan. Pemkab Jember mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan di tengah kondisi antrean.<\/p>\n\n\n\n<p>Sartini mengatakan, pelaku usaha pada prinsipnya harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sementara keberadaan pengecer dadakan masih perlu dipantau untuk memastikan aktivitasnya sesuai ketentuan. Selain itu, SPBU juga diminta tidak melayani pembelian menggunakan jeriken maupun kendaraan dengan kapasitas tangki yang tidak wajar. Pengawasan terhadap larangan tersebut dilakukan terlebih dahulu oleh pengawas internal SPBU. Pemerintah kemudian melakukan pemantauan untuk memastikan ketentuan tersebut benar-benar diterapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sartini menyebut antrean BBM saat ini cenderung terjadi secara merata di sejumlah wilayah, tetapi kondisinya mulai lebih terkendali dibandingkan beberapa hari sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sejumlah SPBU, antrean bahkan sudah tidak terjadi. Sementara di SPBU yang masih mengalami antrean kendaraan, panjang antrean disebut tidak lagi mengular seperti sebelumnya. Menurut Sartini, antrean sepeda motor hingga sekitar 20 kendaraan masih tergolong kondisi normal dalam pelayanan SPBU. <strong>(AJA-Ulil)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jember Hari Ini &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menyebut pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih mencukupi kebutuhan masyarakat, meski antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan&#8230; <a class=\"meta-more\" href=\"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=58601\"><span class=\"meta-nav\"><\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":58602,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"h5ap_radio_sources":[],"footnotes":""},"categories":[1,15],"tags":[],"class_list":["post-58601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-ekonomi","junkie_custom_tags-junkie_featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=58601"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58603,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58601\/revisions\/58603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/58602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=58601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=58601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=58601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}