{"id":6901,"date":"2014-08-24T06:26:33","date_gmt":"2014-08-23T23:26:33","guid":{"rendered":"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=6901"},"modified":"2014-08-24T06:26:33","modified_gmt":"2014-08-23T23:26:33","slug":"krisna-mega-feat-witrie-indah-cita-rasa-80-an","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=6901","title":{"rendered":"Krisna Mega feat Witrie &#8220;Indah&#8221; Cita Rasa 80-an"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Krisna-Mega-edit.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6905 alignleft\" alt=\"Krisna Mega edit\" src=\"http:\/\/www.prosalinaradio.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Krisna-Mega-edit-300x282.jpg\" width=\"300\" height=\"282\" \/><\/a>Di tengah pesatnya perkembangan dan inovasi musik dunia, tak terkecuali di tanah air, penyanyi debutan eks semifinalis Lomba Cipta Lagu Remaja 88-89, Krisna Mega justru menawarkan sebuah tiket perjalanan menuju mesin waktu yang menyenangkan.<\/p>\n<p>Eksistensi lagu-lagu klasik 80-90an ternyata tak berhenti lebih menariknya lagi, peminat musiknya tak hanya mereka yang besar di era itu, namun ternyata menurun ke generasi \u2013 generasi setelah itu. Ini kemudian dipicu oleh munculnya banyak revivalist dari band\/grup hari ini yang mengambil elemen 80-90an.<\/p>\n<p>Krisna Mega tak hanya penyuka musik 80-an, ia pula adalah saksi semua kegemilangan era itu. Besar di tahun 80-an, pria yang kini sehari-harinya adalah seorang akuntan profesional di sebuah perusahaan swasta nasional sudah terlibat dengan musik sudah dimulai sejak remaja. Kegemaran akan musik telah menarik minatnya untuk belajar bermain gitar dan piano secara otodidak. Dalam pergaulannya dengan kawan-kawan bermusik semasa remaja, Krisna telah menulis banyak lagu yang diantaranya masuk sebagai semifinalis di ajang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors tahun 1988 dan 1989. Ajang itu membuat namanya mulai bersemi. Pada kesempatan itu, dirinya banyak membuat karya pop yang brilian.<\/p>\n<p>Dan kini, setelah mengendap selama sekian dekade di gudang ide yang hampir berdebu, Krisna Mega berhasil mengumpulkan artefak-artefak berharganya, yang kemudian diaransemen ulang dengan beberapa musisi potensial terbaik tanah air, dan hasilnya adalah sebuah kemasan apik, retro namun modern, lama namun baru, oldie but goldie.<\/p>\n<p>\u201cSaya menamakan karya saya sebagai pop dewasa,\u201dujar Krisna Mega, menjelaskan tentang konsep musiknya hari ini. Beberapa buah karya yang disebut sebagai \u201cPop Dewasa\u201d atau \u201cMature Pop\u201d adalah sebuah konsep musik yang tentunya diharapkan dapat masuk ke dalam segmen kaum mapan yang menyukai lagu-lagu dari kejayaan musik era 80-90-an.<\/p>\n<p>Sedangkan kemasan modern yang ditawarkan diharapkan dapat merangkul pendengar lebih luas lagi yaitu generasi lebih muda yang kerap mencari alternatif lain di luar musik-musik arus utama yang menampilkan keseragaman belaka.<\/p>\n<p>Karya-karya yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah album ini memuat rhythm dan beat yang amat sangat bervariatif, dari mulai cita rasa fusion (\u201cIndah\u201d, \u201cKau, Hujan dan Rindu\u201d), swing jazz (\u201cSetahun Yang T\u2019lah Berlalu), disko (\u201cMalam Berdua\u201d), latin-samba (\u201cPemusik Kecilku\u201d), kesemuanya dikemas ke dalam ramuan pop.<\/p>\n<p>Lalu seperti apakah gaya musik dari Krisna Mega?<\/p>\n<p>Dari lagu-lagunya, dapat terlihat gaya bermusik Krisna Mega banyak dipengaruhi oleh musisi-musisi terbaik 80-an, dari mulai Fariz RM, KLA Project, sampai David Foster, Babyface dan Diane Warren.<\/p>\n<p>\u201cSaya mengharapkan timbul perasaan dan suasana kehangatan, persahabatan juga semangat ketika orang mendengar karya saya, \u201cungkap Krisna Mega.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah pesatnya perkembangan dan inovasi musik dunia, tak terkecuali di tanah air, penyanyi debutan eks semifinalis Lomba Cipta Lagu Remaja 88-89, Krisna Mega justru menawarkan sebuah tiket perjalanan menuju&#8230; <a class=\"meta-more\" href=\"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/?p=6901\"><span class=\"meta-nav\"><\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6905,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"h5ap_radio_sources":[],"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-6901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","junkie_custom_tags-junkie_featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.prosalinaradio.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}