Tahun depan, PDP Kahyangan dipastikan tidak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena hingga akhir tahun ini diperkirakan masih defisit anggaran Rp 5 miliar.
Menurut Direktur PDP Kahyangan, Sujatmiko, tahun ini dana cadangan PDP Kahyangan tersisa Rp 17 miliar. Padahal, dana operasional setiap bulan berkisar antara Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Dengan kondisi keuangan seperti ini, dana simpanan itu hanya cukup untuk kebutuhan beberapa bulan saja.
Sementara salah seorang staf PDP Kahyangan, Richa Trimulya mengatakan, pendapatan PDP tahun ini sekitar Rp 6,4 miliar. PDP harus setor kasda Rp 3,5 milyar, dan baru disetor Rp 1.5 miliar.
Sementara Ketua Komisi C DPRD Jember, Siswono, masih akan mempelajari laporan keuangan PDP Kahyangan. Komisi C butuh waktu 3 hari untuk mempelajarinya. Siswono sepakat kalau tahun depan PDP tidak menyetor pendapatan. Namun harus ada perbaikan manajemen dan tanaman. Jika PDP tidak melakukan langkah ini, maka PDP yang berada diambang kehancuran tidak bisa ditolong lagi. (Hafit)

