
Jember Hari Ini – Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram selama bulan ramadan dan Idulfitri 2026, Hiswana Migas mengusulkan penambahan pasokan tabung gas hingga dua kali lipat atau meningkat 100 persen dibandingkan hari normal.
Ketua DPC Hiswana Migas se-Besuki Raya, Iqbal Wilda Fardana, Senin (09/02/2026) mengatakan, peningkatan stok diperlukan karena kebutuhan LPG 3 kilogram cenderung melonjak menjelang dan selama bulan ramadhan. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang mulai memproduksi berbagai kebutuhan ramadhan dan Idulfitri.
Fenomena kelangkaan LPG 3 kilogram, kata Iqbal, hampir terjadi setiap tahun saat ramadan dan Idulfitri, seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan produksi umkm, seperti usaha kue kering dan jajanan lebaran. Menurutnya, sejumlah sentra produksi makanan di Jember, seperti usaha kue kacang di Kecamatan Mayang dan berbagai jenis produksi lainnya turut mendorong lonjakan konsumsi LPG subsidi.
Untuk memastikan ketersediaan pasokan, Hiswana Migas telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Pertamina, serta Polres Jember sejak Januari 2026. Koordinasi tersebut dilakukan guna menjamin distribusi LPG tetap aman dan lancar, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan produksi umkm.
Iqbal menyebutkan, pihaknya telah mengusulkan penambahan pasokan LPG 3 kilogram secara kondisional dengan peningkatan stok hingga 100 persen apabila diperlukan.
Saat ini, distribusi lpg 3 kilogram di kabupaten jember tetap berjalan normal sebanyak 75 ribu tabung per hari dan tidak pernah mengalami pengurangan. Namun, apabila terjadi peningkatan kebutuhan secara signifikan atau indikasi kelangkaan, pasokan dapat ditambah hingga dua kali lipat, yakni menjadi 150 ribu tabung per hari. (Hafit)
