Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di 5 Titik Jember, Warga Diminta Tetap Waspada

Sejumlah pohon tumbang yang melintang di jalanan.

Jember Hari Ini – Bencana alam berupa tanah longsor hingga pohon tumbang terjadi di lima titik di Kabupaten Jember, Senin sore (09/02/2026). Peristiwa tersebut dipicu hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak siang hingga sore hari memicu sejumlah kejadian bencana, baik banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang di beberapa lokasi.

Tanah longsor dilaporkan terjadi di Dusun Baban Batu Ampar, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Longsoran tebing halaman rumah milik sulianto dan maksana terjadi sekitar pukul 18.00 wib. Sehari sebelumnya, longsor juga dilaporkan di desa karangpring, Kecamatan Sukorambi, pada 8 Februari 2026, akibat hujan yang berlangsung sekitar lima jam dan berdampak pada jalan desa serta permukiman warga.

Selain tanah longsor, BPBD juga mencatat kejadian pohon tumbang di tiga titik. Dua diantaranya terjadi di ruas jalan nasional Jember–Bondowoso, yakni di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, dan di Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk.

Di Desa Candijati, pohon lamtoro dengan lingkar batang sekitar 80 cm tumbang dan menimpa jaringan kabel PLN, menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu dan kemacetan hingga sekitar satu kilometer. Sementara di Desa Jelbuk, dua pohon jenis trembesi dengan lingkar batang sekitar 120 cm dan 100 cm tumbang, menimpa seorang pengendara sepeda motor bernama Achmad Safari (46), pedagang UMKM. Korban selamat dan hanya mengalami luka ringan. Pohon tumbang tersebut juga menimpa toko sembako milik Sundulia (67) serta jaringan listrik dan internet yang berdampak pada kemacetan lalu lintas.

Kejadian serupa juga terjadi di lingkungan mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Pohon tumbang menutup akses jalan dan merusak jaringan listrik serta wifi di kawasan tersebut.

Edy mengingatkan masyarakat Jember agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca ekstrem yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih terjadi hingga Selasa (10/02/2026), terutama pada sore hingga malam hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Jember bersama unsur TNI, Polri, dan relawan langsung melakukan evakuasi dan pembersihan pohon tumbang yang menimpa rumah warga, kendaraan, maupun yang menghalangi jalan. Hingga Selasa pagi, arus lalu lintas di jalan nasional Jember–Bondowoso dilaporkan telah kembali lancar. (Hafit)

Comments are closed.