Musim Kemarau Kawasan Kota Jember Diprediksi Berlangsung Awal Mei

Ilustrasi kekeringan.

Jember Hari Ini – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Jember saat ini masih berada dalam fase peralihan musim atau pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau.

Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Adi Rohman Firdausi, menjelaskan, pada akhir Maret hingga awal April 2026, kondisi cuaca di Jember masih ditandai dengan hujan ringan, namun intensitasnya akan terus menurun.

Ia memaparkan, awal musim kemarau di Jember diperkirakan terjadi secara bertahap di tiap wilayah. Untuk Jember bagian selatan, musim kemarau berpotensi mulai terjadi pada pertengahan hingga akhir April. Sementara wilayah tengah, termasuk kawasan perkotaan, diprediksi mulai memasuki kemarau pada awal Mei.

Adapun wilayah utara Jember, khususnya di sekitar lereng pegunungan Argopuro, diperkirakan baru akan memasuki musim kemarau pada pertengahan Mei.

Selama periode April hingga pertengahan Mei, kawasan Jember secara keseluruhan, masih berpotensi mengalami hujan, meski dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini juga ditandai dengan munculnya petir dalam beberapa hari terakhir, meskipun curah hujan relatif ringan.

BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal dibandingkan biasanya. Selain itu, kemarau diperkirakan berlangsung lebih kering, seiring adanya potensi angin dengan kategori lemah hingga sedang pada pertengahan tahun.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca selama masa pancaroba, terutama potensi hujan disertai petir yang masih dapat terjadi secara tiba-tiba. (Ulil)

Comments are closed.