
Jember Hari Ini – Pemerintah Kabupaten Jember terus menggencarkan program Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Kini, kegiatan tersebut dipusatkan di Kecamatan Mumbulsari, tepatnya di Kantor Desa Mumbulsari, Selasa (07/04/2026).
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa program Bunga Desaku merupakan salah satu program unggulan yang tidak sekadar inspeksi mendadak atau kunjungan biasa, melainkan bentuk kehadiran langsung pemerintah ditengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Jember menghadirkan sekitar 70 jenis layanan publik yang dapat diakses langsung oleh warga. Layanan tersebut meliputi administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, perizinan usaha, hingga layanan sosial seperti donor darah.
Menurut Fawait, program ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mensosialisasikan berbagai program pemerintah daerah kepada masyarakat. Kedua, menyerap aspirasi warga secara langsung agar perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran. Ketiga, mewujudkan pemerataan pelayanan publik hingga ke wilayah desa dan pelosok. Selain pelayanan, kegiatan Bunga Desaku juga diintegrasikan dengan upaya pengendalian inflasi dan penanggulangan kemiskinan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah turut menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat.
Fawait mengungkapkan, langkah tersebut mendapat apresiasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Ia menyebut, capaian ekonomi Kabupaten Jember pada 2025 termasuk yang terbaik di wilayah tapal kuda, dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran, hal itu tidak berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Efisiensi dilakukan pada aspek operasional, seperti penggunaan bahan bakar dan mobilisasi, tanpa mengurangi fasilitas yang diterima warga.
Dalam rangkaian kegiatan di Mumbulsari, bupati juga berdialog langsung dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk guru ngaji dan kelompok pengajian. Dari hasil serapan aspirasi, terdapat beberapa kebutuhan utama yang disampaikan warga. Menurutnya, aspirasi yang paling banyak disampaikan antara lain terkait beasiswa pendidikan, bantuan usaha seperti rombong, serta pembangunan infrastruktur pertanian.
Seluruh aspirasi tersebut, lanjut Fawait, akan dicatat dan dimasukkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah kedepan. Ia memastikan, pada tahun 2026 pemerintah akan meningkatkan pembangunan infrastruktur pertanian dibanding tahun sebelumnya.
Melalui program Bunga Desaku, Pemkab Jember berharap dapat mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput. (AJA)
