Jawa Timur Didorong Perkuat Ketahanan Ekonomi Ditengah Tekanan Global

Forum Road to East Java Economic (Ejavec) 2026.

Jember Hari Ini – Ditengah meningkatnya tekanan geopolitik global serta ancaman krisis pangan, Jawa Timur tidak hanya dituntut mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dinilai harus diwujudkan melalui transformasi struktural berbasis pertanian modern, penguatan kelembagaan, serta pengembangan hilirisasi sektor agro yang didukung riset.

Isu strategis ini mencuat dalam forum Road to East Java Economic (Ejavec) 2026 yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB Unej), Rabu (08/04/2026).

Guru Besar Feb Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global berpotensi meningkatkan kerentanan ekonomi, terutama melalui lonjakan harga energi dan pangan.

Ia menegaskan, masa depan ketahanan pangan Indonesia sangat bergantung pada transformasi sektor pertanian yang melibatkan generasi muda.

Menurutnya, modernisasi pertanian merupakan keniscayaan. Peran petani milenial menjadi krusial dalam mendorong perubahan dari sistem konvensional menuju pertanian berbasis teknologi dan digitalisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah.

Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan struktural, seperti menurunnya jumlah petani muda serta alih fungsi lahan pertanian yang terus terjadi. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera diatasi melalui inovasi serta kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, ekonom Universitas Jember, Adhitya Wardhono, menekankan bahwa reformasi kelembagaan menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Ia menyebut ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari ketahanan wilayah, yang sangat ditentukan oleh kualitas kebijakan pemerintah daerah.

Selain itu, ia mendorong adanya pergeseran dari sistem ekonomi yang bersifat ekstraktif menuju sistem yang lebih inklusif, melalui kepastian insentif, tata niaga yang berkeadilan, serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif. (Ulil)

Comments are closed.