
Jember Hari Ini – Fenomena cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan ke kemarau kembali memicu bencana di wilayah Kabupaten Jember. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis sore (09/04/2026) mengakibatkan kerusakan rumah warga, pohon tumbang, serta banjir genangan di sejumlah titik kawasan perkotaan.
Genangan air terpantau terjadi di beberapa ruas jalan utama, diantaranya Jalan Sumatera, kawasan Gladak Kembar, Jalan Mastrip, serta Jalan Jawa di Kelurahan Sumbersari. Kondisi ini menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami mogok dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, Jumat (10/04/2026) menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak dari masa transisi musim yang kerap ditandai dengan hujan lebat meski cuaca terasa panas. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia mengungkapkan, banjir genangan yang terjadi di sejumlah titik dipicu oleh sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Selain itu, faktor kontur wilayah seperti cekungan jalan juga memperparah genangan, salah satunya di kawasan Jalan Jawa, tepatnya di depan SMP Negeri 3 Jember.
Sebagai langkah jangka panjang, BPBD Jember Bersama pemerintah Kabupaten Jember tengah menyiapkan solusi permanen untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu upaya yang direncanakan adalah mengoptimalkan aliran air agar dapat langsung terhubung ke sungai bedadung, sehingga genangan tidak lagi terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi.
Penanganan ini nantinya akan melibatkan Satuan Tugas Infrastruktur dan Tata Ruang Pemkab Jember yang terdiri dari gabungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Sebelumnya, bencana angin kencang dan banjir genangan juga dilaporkan melanda tiga kecamatan, yakni Kaliwates, Sumbersari, dan Sukowono. Dalam kejadian tersebut, tercatat 15 rumah mengalami kerusakan ringan, 11 pohon tumbang, serta dua tiang listrik roboh. Selain itu, satu rumah warga turut terdampak genangan air.
BPBD Jember telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat, mulai dari pemotongan pohon tumbang, pengaturan lalu lintas, hingga penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak. Situasi di lokasi kini dilaporkan telah kembali normal setelah genangan air surut. (Hafit)
