Jember Hari Ini – Setelah tepung mocaf, ada satu lagi penemuan Lembaga Penelitian Universitas Jember (Lemlit UNEJ), yakni teknologi kopi luwak buatan tanpa menggunakan hewan luwak.
Demikian dipaparkan Ketua Lemlit Universitas Jember, Profesor Doktor Subagio, kepada Prosalina FM di ruang kerjanya. Subagio menjelaskan, penelitian itu ia lakukan selama 2 tahun. Kopi luwak buatan berkualitas tinggi, memiliki cita rasa hampir sama dengan hasil kopi luwak yang menggunakan hewan luwak. Namun kopi hasil teknologi ini lebih higienis, karena prosesnya tidak melalui feses hewan.
Subagio mengatakan, penelitian itu didorong karena tingginya permintaan kopi luwak dunia membuat kopi luwak di Indonesia paling diburu konsumen terutama dari luar negeri. Sementara kritik pecinta binatang keras karena telah mengeksploitasi binatang, dengan memasung kebebasan hewan yang suka makan biji-bjian kopi tersebut. Karena itu, Universitas Jember memandang perlu untuk mencari terobosan dengan menciptakan teknologi kopi luwak Artificial atau kopi luwak buatan.
Tim peneiliti UNEJ sudah 2 tahun mempelajari karakteristik dan struktur perut luwak, termasuk jenis kopi yang dipilih luwak. Dari hasil penelitian itu, terciptalah teknologi yang menghasilkan kopi luwak buatan dengan kualitas baik.
Kepalda Prosalina FM, Subagio juga menunjukkan hasil produksi kopi luwak buatan, berupa bubuk berwarna coklat muda dengan mengeluarkan aroma harum, tidak hitam seperti bubuk kopi pada umumnnya. (Hafit)

