Rumah Sakit Daerah (RSD) Dokter Soebandi, ditunjuk dan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan tingkat regional. Wilayahnya meliputi Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo. Seiring dengan itu, Kementerian Kesehatan, menurut Plt Direktur RSD dokter Soebandi, Muhammad Dwi Koryanto, Kementerian Kesehatan akan memberikan dukungan penuh bagi peningkatan kemampuan layanan RSD Dokter Soebandi.
Tentu saja sebuah kabar yang menggembirakan. Pertama, penetapan RSD Dokter Soebandi sebagai rumah sakit rujukan pasti disertai penambahan dan penggenapan fasilitas serta alat kesehatan. Secara berurutan, penambahan alat kesehatan berarti peningkatan layanan kesehatan, termasuk yang kelak bakal dirasakan masyarakat Jember. Masyarakat Jember tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke daerah lain sehingga bisa mengurangi beban biaya.
Kedua, penetapan itu menandakan Jember termasuk salah satu dari lima daerah yang dilihat dan dianggap layak mendapat kepercayaan Kementerian Kesehatan. Jember dilihat dan dianggap memiliki daya dukung yang memadai ketika rumah sakitnya dikembangkan dan ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya.
Semua itu tentu modal sosial yang sangat berharga bagi pengembangan Jember berikutnya. Bukan tidak mungkin Jember kelak juga berkembang sebagai salah satu pusat industri jasa bagi kawasan sekitar: Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi. Lalu urutan berikutnya ekonomi kreatif juga berkembang.
Untuk penetapan RSD Dokter Soebandi saja bisa diduga dampaknya bakal melebar ke dunia pendidikan. Dengan menjadi rumah sakit rujukan regional, maka bersamaan dengan itu sangat mungkin RSD Dokter Soebandi dikembangkan sebagai rumah sakit pendidikan, teaching hospital kata akademisi.
Tetapi semua itu bergantung pada sikap penentu kebijakan. Melihat dan menangkap penetapan RSD Dokter Soebandi sebagai peluang lalu meresponnya dengan kebijakan yang mendukungnya, atau menyia-nyiakannya.
(Aga)
